Daniel Rohi Desak Pemprov Jatim Lakukan Operasi Pasar Guna Stabilkan Harga Gula

Abadikini.com, PAMEKASAN – Anggota Komisi B DPRD Jatim, Daniel Rohi sangat menyesalkan dan prihatin karena pemerintah terbukti tidak mampu melakukan antisipasi dan prediksi terhadap kebutuhan masyarakat terkait gula sehingga terjadi lonjakan harga akhir-akhir ini.

Padahal kebutuhan akan gula sudah memiliki pola. Misalnya, ketika musim perayaan hari besar keagamaan dan nasional biasanya kebutuhan (demand) meningkat. Sehingga stok dan supplay harusnya bisa dikontrol dengan baik.

“Tapi saat demand tinggi, ternyata supply berkurang, berarti ada intervensi dari pihak lain untuk membuat harga gula tidak stabil sehingga mereka bisa mengambil keuntungan dari kondisi tersebut,” tutur Politisi PDI Perjuangan ini saat ditemui di sela-sela FGD tentang Perlindungan Petani Garam di Pamekasan. Selasa, (28/1/2020).

Mantan Dosen Universitas Petra Surabaya ini mendesak pemerintah provinsi Jatim segera menstabilkan harga gula dan kebutuhan pokok lainnya agar rakyat tidak dirugikan karena mereka menjadi sulit membuat kue dan yang lain.

“Segera lakukan operasi pasar agar harga gula kembali stabil, sambil melakukan pengawasan yang lebih ketat agar jangan sampai ada mafia atau penimbun gula yang bermain memanfaatkan kesempatan ini, ” pinta Daniel.

Menurutnya, jika Jatim sampai kekurangan gula, adalah sebuah ironi bak semut mati di lumbung gula. Pasalnya, Jatim dikenal sebagai produsen gula terbesar nasional dan memiliki pabrik gula terbanyak di Indonesia.

Berdasarkan data, produksi gula Jatim tahun 2019 dari 31 pabrik gula yang ada sebanyak 1.067.646 ton pertahun. Sedangkan kebutuhan gula Jatim mencapai 40.000 ton perbulan atau kisaran 450.000-500.000 ton pertahun, sehingga terdapat surplus 500.000-600.000 ton.

Fluktuatif harga gula, diduga kuat menjadi pemicu luasan tebu di Jatim menyusut, sehingga produksi gula di Jatim juga menyusut setiap tahunnya.

Baca Juga

Berita Terkait
Close
Back to top button