Kuasa Hukum Terdakwa Kasus Ikan Asin Permalukan Fairuz soal Organ Intim di Persidangan

Abadikini.com, JAKARTA – Pada sidang kasus ikan asin yang digelar Senin (27/1/2020) kemarin, Fairuz A Rafiq perdana menjadi saksi.

Saat pertengahan sidang bergulir anak almarhum pedangdut A Rafiq itu mulai geram dengan para pengecara terdakwa “Ikan Asin”, yaitu Rihat Hutabarat, Eri Kertanegara yang selalu mencecarnya pertanyaan ihwal organ intim.

“Kita fokus ke UU ITE. Jangan ke ranah pribadi, saya juga nggak mau tahu penyakit bapak (pengacara trio ikan asin) apa kan,” kata Fairuz A Rafiq dalam sidang.

Namun Eri Kertanegara membela diri terkait pertanyaan pihaknya. “Ini menyangkut aib yang disangkakan kepada klien kami,” kata Eri.

“Ya tetap saja, harga diri saya yang diinjak-injak,” kata Fairuz A Rafiq menjawab.

Mengetahui sang adik dicecar terus-terusan soal organ intim, kaka Fairuz A Rafiq, Ranny Fahd Arafiq merasa geram.

”Ngomong ke arah organ intim terus sampai Fairuz kehantam psikologisnya dan akhirnya pingsan. Ya Allah punya istri nggak sih. Lahir dari perempuan nggak sih. Kok tega ya menghamtam psikologis perempuan tentang organ intim terus menerus,” ujar Ranny Fahd Arafiq mengungkapakan kekesalannya.

Ranny Fahd Arafiq geram Fairuz terus dicecar soal organ intim (Instagram @ranny.fahdarafiq)

‘Hari ini melihat para pengacara mencecar Fairuz ke arah Dokter dan organ intim terus dan di luar konteks UU ITE saya emosi dan geram. Seolah mereka menyudutkan, membenarkan, dan mengarahkan asumsi mereka itu benar! Salah kaprah ini, apa hubungannya persidangan UU ITE kalian giring ke arah organ intim terus. Dimana hati nurani kalian. Kalian punya istri punya anak perempuan dan apakah kalian lahir dari batu,” cecar Ranny Fahd Arafiq.

Ia tak menyangka bahwa Fairuz A Rafiq akan menerima perlakuan setega itu. Bahkan ia mengaku Fairuz A Rafiq pingsan saat sidang lantaran psikologisnya dihajar terus-terusan.

Ranny Fahd Arafiq mengatakan bahwa dirinya saja merasa terhina, apalagi Fairuz A Rafiq yang duduk di kursi saksi.

”Saya saja merasa terhina dan merasa dipermalukan sebagai perempuan. Bagaimana dengan Fairuz A Rafiq yang duduk di kursi saksi seorang diri (emoji nangis),” tutupnya.

Sumber Berita
matamata

Baca Juga

Back to top button