5 Juta Orang ‘Melarikan Diri’ sebelum Wuhan Ditutup

Abadikini.com, WUHAN –  Wali Kota Wuhan, Zhou Xianwang, mengungkap fakta bahwa sekitar 5 juta orang sudah meninggalkan kota tersebut sebelum ditutup. Ini berarti risiko penyebaran virus Corona jenis baru, 2019-nCoV, semakin meningkat.

Wuhan adalah kota di mana virus tersebut pertama kali dilaporkan muncul pada 31 Desember 2019. Kota ini berada di Provinsi Hubei, China. Ada ratusan warga negara Indonesia (WNI) berada di kota tersebut.

Kota berpenduduk 11 juta jiwa itu ditutup pemerintah China sejak Kamis pekan lalu ketika virus mewabah. Penutupan diperluas di kota-kota lain di provinsi Hubei.

Menurut Zhou, sekitar 5 juta orang sudah meninggalkan kota Wuhan untuk perjalanan Tahun Baru Imlek. Eksodus dari kota itu terjadi selama 24 hari antara 30 Desember hingga Kamis (23/1/2020) pekan lalu atau ketika kota secara efektif dalam status diisolasi atau dikarantina.

Mengutip laporan South China Morning Post, para pelancong berangkat ke Hong Kong, Thailand, Singapura dan Jepang, serta bagian lain dari China.

Sebanyak 17 kota di China, yang mencakup lebih dari 50 juta orang, kini telah “dikunci” karena virus terus menyebar.

Kemarahan muncul di media sosial atas tanggapan para pejabat, di mana beberapa dari mereka menuduh pemerintah menyembunyikan informasi pada hari-hari awal wabah muncul.

Dalam wawancara dengan stasiun televisi pemerintah hari Senin (27/1/2020), Zhou mengakui bahwa penanganan krisis virus di kota Wuhan “tidak cukup baik”. Dia kini berniat untuk mengundurkan diri sebagai wali kota.

Tetapi dia juga mengatakan bahwa “tangannya telah diikat” oleh peraturan yang membutuhkan persetujuan Beijing sebelum merilis informasi sensitif tentang penyakit menular.

Sementara itu hari Senin, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) China mengonfirmasi bahwa virus tersebut berasal dari Pasar Grosir Makanan Laut Huanan di Wuhan.

Pasar yang sekarang ditutup tersebut sebelumnya menjajakan hewan liar hidup termasuk kelelawar, anak serigala, rubah, tikus, kucing luwak dan aneka satwa liar lainnya untuk dikonsumsi manusia.

“Tiga puluh satu dari 33 sampel positif dikumpulkan dari zona barat pasar, tempat stan perdagangan satwa liar terkonsentrasi,” kata CDC China dalam laporannya yang dikutip kantor berita pemerintah China, Xinhua.

“Hasilnya menunjukkan bahwa wabah Coronavirus baru sangat relevan pada perdagangan hewan liar,” lanjut laporan CDC.

Pada hari Senin, Mongolia menutup perbatasannya dengan China, dan Malaysia mengumumkan akan melarang masuk pengunjung asal Provinsi Hubei.

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menawarkan bantuan Amerika kepada China untuk menangani wabah virus.

“Kami berkomunikasi sangat dekat dengan China mengenai virus ini. Sangat sedikit kasus yang dilaporkan di AS, tetapi sangat diwaspadai. Kami telah menawarkan bantuan kepada China dan Presiden Xi (Jinping),” tulis Trump di Twitter. “Ahli kami luar biasa!,” lanjut dia.

Sumber Berita
Sindonews

Baca Juga

Back to top button