Polres Malang Masih Dalami Motif Wanita Tua yang Menyekap Keempat Orang Putrinya

Abadikini.com, MALANG — Seorang wanita tua di Malang tega melakukan penyekapan pada keempat anak perempuannya selama bertahun-tahun.

Penyekapan tersebut terkuak setelah seorang anaknya berhasil kabur dari rumah.

Wanita tua yang melakukan tindakan tersebut yakni berinisial AR (62).

Aksi AR dikuak oleh tetangganya.

Kediaman pelaku pun langsung digeledah warga.

AR dan empat anaknya pun langsung dibawa ke RSJ Lawang.

Sempat dibawa ke RSJ, kini AR diketahui telah dipulangkan dari RSJ Lawang.

Kediaman AR yakni di Desa Banjarejo RT 04 RW 02 Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.

Meski sudah dipulangkan, keadaan rumahnya justru sepi.

Pagar dan pintu rumahnya tertutup.

Tidak terlihat ada aktivitas di dalamnya.

Tetangga AR juga bungkam.

Seorang perempuan yang rumahnya bersebelahan dengan AR enggan ditanyai.

“Pintunya tutup. Ndak tahu,” ujar tetangga Artimunah yang enggan menyebut namanya.

TribunJatim.com juga berupaya mendatangi rumah Ketua RT yang letaknya berdekatan dengan rumah AR.

Namun, tak ada jawaban.

Kehidupan keluarga AR belakangan menjadi soroton sebab dia diduga menyekap empat putrinya di dalam rumah.

Anehnya, peristiwa yang berlangsung lebih dari 10 tahun itu tidak diketahui oleh tetangga.

Camat Pakis, Agus Harianto, mengatakan dua anak AR yakni TY dan AM masih mendapat perawatan di RSJ Lawang.

Sementara AR dan dua anaknya yang lain, AS dan VW telah dipulangkan dan hanya rawat jalan.

“Sudah dipulangkan dini hari tadi pukul 00.30 WIB,” ujar Agus kepada Tribunjatim.com.

Agus tidak dapat memberi keterangan lebih lanjut perihal alasan AR mengurung putrinya.

Ketika ditanya terkait aliran yang dianut AR, dia mengaku tidak mengetahui secara pasti.

“Mungkin saja dikurung setelah suaminya meninggal. Hanya perkiraan,” katanya kepada Tribunjatim.com.

Sementara itu Kapolsek Pakis, AKP Sutiyo mengatakan kasus ini sedang ditangani oleh Polres Malang.

“Ditangani Polres Malang,” kata dia.

 

Perempuan yang Disekap oleh Ibunya di Malang, Dulunya Adalah Kembang Desa

Dugaan penyekapan empat orang perempuan di Desa Banjarejo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang oleh ibunya sendiri perlahan mulai terkuak.

Salah seorang anak yang disekap, AS (45), menjadi kembang desa saat dia masih duduk di bangku SMA.

“Salah satu anak bu Artimunah itu dulu kabarnya jadi kembang desa,” ujar Camat Pakis, Agus Harianto, ketika ditemui TribunJatim.com, Sabtu (4/1/2020).

AS lanjut Agus, dulu memang sempat bekerja di Batam dan beberapa kota lain di Indonesia.

Namun ketika dia disekap, warga tidak mengetahuinya dan mengira AS masih berada di luar kota.

“Warga ini informasinya ndak tahu karena dulu anaknya memang kerja di luar kota,” ujarnya kepada Tribunjatim.com.

Agus mengatakan seluruh anak AR yang disekap adalah tamatan SMA.

Hingga kini, belum jelas apa yang membuat perempuan baya itu mengurung anaknya di dalam rumah.

“Saya kurang begitu paham apa alasannya.

Ada informasi tentang aliran yang dianut, tapi belum jelas,” kata Agus kepada Tribunjatim.com.

Ketika drama penyekapan ini terbongkar, AR dan empat anaknya langsung dibawa ke RSJ Lawang.

Namun saat ini, Artimunah dan dua putrinya yakni AS serta VW telah kembali ke rumah.

Sementara kasus ini, sedang ditangani oleh Polres Malang.

Sumber Berita
Tribun Jatim
Topik Berita

Baca Juga

Back to top button
Close