Fans K-Pop dan Indonesia Roketkan Tagar China Teroris

Abadikini.com, JAKARTA – Pengamat media sosial dari Drone Emprit, Ismail Fahmi, menyebut popularitas tagar China_Is_Terrorist didorong oleh kelompok fans K-Pop dan pengguna Indonesia. Hal itu berdasarkan analisis mesin Drone Emprit yang telah mengumpulkan lebih dari 1 juta percakapan terkait tagar ini dalam tiga hari.

Tagar disebut Ismail berhasil menempati topik populer dunia dalam waktu yang cukup lama. Menurut Ismail tagar ini pertama digaungkan oleh pengguna di Turki, pada 21 Desember 2019. Namun, tagar ini tak mengalami lonjakan berarti sepanjang hari.

Tagar ini baru mulai naik pada pukul 19:00 ketika kelompok pecinta K-Pop ikut ambil bagian meramaikan isu tersebut. Lonjakan kembali terjadi pada pukul 21.00 hingga 24:00 hari itu atas dukungan dari penggemar K-Pop lain dengan total 47.026 cuitan.

“Tagar China_is_Terrorist pertamakali dibuat oleh pengguna Turki. Tagar ini tak akan jadi topik populer internasional jika fandom K-Pop tak turun tangan […] Pengguna Indonesia berkontribusi besar pada kluster percakapan ini, kebanyakan dari kluster oposisi (pemerintah),” tulis Ismail pada akhir utas cuitannya, Senin (23/12) malam.

Keesokan hari, pengguna Indonesia ikut memainkan tagar tersebut dan menjaga popularitas tagar di Twitter dengan 30.344 cuitan. Hingga tengah malam (22/12) tagar ini masih bertahan jadi terpopuler berkat gaung dari pengguna Twitter Indonesia. Popularitas tagar ini lantas terus menurun keesokan harinya.

Pengaruh terbesar yang mempopulerkan tagar ini menurut Ismail didominasi oleh para avatar K-Pop seperti @btss117 dan @min_miso_yoongi. Selain itu akun @R4jaPurwa dari Indonesia juga menjadi lima besar pembawa isu ini.

Tingginya pengaruh para pendukung K-Pop ini menurut Ismail menunjukkan besarnya tingkat kepedulian penggemar K-Pop atas kasus yang menimpa umat Muslim Uighur di China. Hal ini tampak dari tagar Uighur yang kerap disandingkan dengan tagar China is Terrorist. Tagar yang kerap disandingkan adalah #SaveUyghur, #Uyghur, #China, #StandwithUyghurs, #PersecutionlnEastTurkestan.

Ismail pun membagikan meme yang paling banyak dibagikan lewat tagar ini.

Pengguna Indonesia sendiri sudah beberapa kali meramaikan masalah Uighur di media sosial. Dalam sepekan terakhir, topik populer di tanah air kerap dihiasi isu soal kekerasan yang dilakukan pemerintah China terhadap muslim Uighur ini.

Masalah kekerasan terhadap muslim Uighur kembali mencuat setelah laporan Wall Street Journal dipublikasikan. Dalam laporan tersebut, disebutkan kalau China berupaya membujuk sejumlah organisasi Islam di Indonesia terkait kasus muslim Uighur.

Organisasi seperti Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, media Indonesia, hingga akademisi, mendapat bantuan dan donasi agar mereka tak lagi mengkritik dugaan persekusi yang diterima etnis minoritas Muslim Uighur di Xinjiang pada 2018 lalu.

Saat itu, isu Uighur mencuat usai sejumlah organisasi HAM internasional merilis laporan yang menuding China menahan satu juta Uighur di kamp penahanan layaknya kamp konsentrasi di Xinjiang.

Sumber Berita
CNN Indonesia
Topik Berita

Baca Juga

Back to top button
Close