Trending Topik

Ini Dia “Garaga” King Cobra Berukuran Jumbo Milik Panji Sang Petualang

Abadikini.com, JAKARTA – Nama Panji Sang Petualang terkenal sebagai salah satu penakluk binatang reptil buas. Sejak namanya booming kala menjadi host di acara petualang. Panji kerap disebut sebagai ‘Pawang’ yang mampu menangani reptil-reptil liar.

Panji merupakan sosok yang memiliki keahlian khusus menangani reptil buas. Di beberapa video yang diunggah dalam akun youtube pribadinya ‘Panji Petualang’, dia kerap menunjukkan koleksi bintang peliharaanya. Mulai dari ratusan ekor ular, iguana, kadal, ikan, kucing dan lainnya.

Belum lama ini, melalui vlog-nya, Panji memperkenalkan King Cobra berukuran jumbo peliharaannya yang diberi nama ‘Garaga’. Panji mengungkapkan ‘Garaga’ ini nantinya akan dijadikan sebagai media edukasi pengenalan reptil kepada masyarakat. Berikut ulasannya:

 

Lokasi Penemuan Garaga

Youtube : Adalah Kabupaten Bandung

‘Garaga’ merupakan ular jenis King Cobra yang ditemukan oleh Panji bersama tim-nya di salah satu area pertanian warga di wilayah perbatasan Sumedang dan Majalengka. Pada video yang diunggah tanggal 9 November 2019 menunjukan saat Panji menemukan King Cobra yang sedang berjemur di tengah pematang sawah yang kering. Sambil berlari Panji mendatangi King Cobra tersebut.

“Lihat gede banget, berjemur, gedenya enggak umum…lihat teman-teman aslinya gede banget…”, ungkap Panji.

King Cobra ini diketahui berjenis kelamin jantan dan memiliki panjang kurang lebih

5 meter dan diperkirakan berusia sekitar 15 tahun. Panji akhirnya memutuskan untuk membawa pulang King Cobra tersebut dan merawatnya, karena hal ini bisa membahayakan petani yang berada di sekitar situ jika ular tersebut dibiarkan disitu.

 

Proses Karantina

Setelah dibawa pulang, King Cobra tersebut ditaruh dalam sebuah kandang berukuran sekitar 3×2 meter di sebuah rumah karantina. Kandang tersebut dibiarkan tanpa penerangan agar ular liar tersebut beradaptasi dengan lingkungan barunya terlebih dahulu. Hal ini berguna untuk menghindari agar ular tidak merasa stres.

Dalam video vlog-nya Panji juga kerap terlihat membangun ikatan dengan King Cobra tersebut agar ular tersebut mulai merasa terbiasa dengan manusia.

 

Merawat Garaga

‘Garaga’ biasanya akan makan satu ekor ular pyton seberat 2 kilogram satu minggu sekali. Dalam vlog Panji, ditunjukkan saat dia membantu ‘Garaga’ berganti kulit, kemudian memandikannya.

King Cobra merupakan jenis ular liar yang agresif dan tidak bisa ditebak, sehingga harus selalu waspada saat menghadapinya.

 

Karakter King Cobra

King Cobra memiliki karakter yang tidak bisa ditebak. Meski terkadang terlihat tenang, tetapi bisa tiba-tiba menyerang. Inilah alasan King Cobra tidak bisa dipelihara oleh sembarangan orang.

“Pada dasarnya ular itu takut dengan manusia..mereka tau manusia adalah ancaman..makanya saat merasa terancam mereka akan menyerang manusia…”, ungkap Panji

 

Perbedaan Cobra dan King Cobra

Youtube : Deddy Corbuzier

King Cobra memiliki ciri mampu membangun sarangnya sendiri untuk melindungi telur-telurnya dan Cobra biasa tidak bisa. King Cobra pemakan ular, sedangkan Cobra memakan unggas dan tikus walaupun sesekali memakan reptil.

Jika dilihat dari ciri fisiknya, King Cobra bisa memiliki panjang hingga 6 meter. Sedangkan Cobra biasa maksimal hanya 2 meter. Untuk melindungi diri, King Cobra akan mematuk dan menyebarkan bisanya dari gigitan, sedangkan Cobra menggunakan semburan.

 

Cara Penanganan Gigitan King Cobra

Panji dan Garaga / merdeka

Panji membagikan cara penanganan gigitan King Cobra. Pertolongan pertama dengan melakukan imobilisasi yaitu bekas gigitan digips agar tidak bisa banyak bergerak. Semakin banyak bergerak, maka racun akan lebih mudah menyebar.

“Bisa ular itu tidak langsung masuk dan menjalar lewat darah, melainkan akan tertahan dulu di kelenjar getah bening…jadi semakin bagian tubuh yang tergigit bergerak maka semakin bisa tersebut menyebar kemana-mana”, kata Panji.

 

Pesan Panji untuk Para Pecinta reptil

 

Panji Sang Petualang mengimbau para pecinta reptil, jika memelihara ular berbisa sebaiknya dijadikan sebagai display saja. Tidak ada kepentingan tertentu.

“Untuk teman-teman atraksi, jika tidak ada kepentingan tertentu juga mohon untuk tidak lagi atraksi dengan King Cobra. Kecuali kalau kalian ada yang mengawasi. Tapi kalau sebatas untuk pamer, bisa handle King Cobra biar terlihat keren, mending tidak usah,” tutup Panji.

 

Sumber Berita
Merdeka
Topik Berita

Baca Juga

Back to top button
Close