Arah Kiblat Ratusan Masjid di Sukabumi Melenceng

Abadikini.com, SUKABUMI – Arah kiblat di sejumlah masjid di Kota Sukabumi mengalami devisiasi atau tidak akurat dengan posisi ka’bah sebagai patokan kiblat. Bahkan diprediksi hamipr 50 sampai 75 persen masjid yang ada di Kota Sukabumi mengalami devisiasi antara 1 derat sampai 25 derajat.

Tentunya permasalahan ini harus segera diatasi mengingat, ketepatan arah kiblat menjadi syarat utama untuk melaksanakan salat sebagai ritual wajib umat Islam.

“Deviasi bukan karena adanya pergerakan tanah, walaupun ada pergeseran satu tahun hanya satu mili meter,” ujar Sekretaris Komunitas Falakiyah Sukabumi (Komfas) Asep Deni Muttaqien dilansir dari Radar Sukabumi, Kamis (19/12/2019).

Diterangkan Deni, prediksi tersebut terlihat dari sample pendataan kalibrasi di 175 masjid dari 937 masjid yang ada di Kota Sukabumi. Di mana dalam data tersebut, sebanyak 134 mengalami devisiasi dan 41 masjid mengalami presisi atau sudah tepat.

Deni merinci, untuk di Kecamatan Cikole, dari 169 masjid baru dikalibrasi sebanyak 25 masjid atau 14,8 persen dengan hasil data, sebanyak 22 masjid devisiasi dan 3 masjid presisi. Untuk Kecamatan Citamiang, dari 54 masjid baru terkalibrasi sebanyak 16 masjid dengan hasil data, sebanyak 14 masjid devisiasi dan 2 masjid presisi.

Kecamatan Baros, dari 115 masjid baru terkalibrasi 15 masjid dengan hasil data, sebanyak 9 masjid devisiasi dan 6 masjid presisi. Selain itu, Kecamatan Gunungpuyuh terjadi devisiasi yang sangat besar. Dari jumlah masjid sebanyak 159 masjid baru terkalibrasi sebanyak 33 masjid dengan hasil data, sebanyak 27 masjid devisiasi dan 6 masjid presisi.

Sedangkan di Kecamatan Cibereum, dari 112 masjid, baru terkalibrasi sebanyak 9 masjid. Di mana, sebanyak 7 masjid mengalami devisiasi dan 2 presisi. Untuk di Kecamatan Lembursitu, dari 159 masjid yang terkalibrasi baru 42 masjid dengan data, sebanyak 30 masjid devisiasi dan 12 masjid presisi.

Sedangkan untuk di Kecamatan Warudoyong, dari 169 masjid yang sudah terlakibrasi sebanyak 35 masjid dengan hasil, sebanyak 25 masjid devisiasi dan 10 masjid presisi. “Untuk masjid Al-Ikhlas yang ada di kantor Pemkot Sukabumi mengalami devisiasi sekitar 3 derajat,” terang Deni.

Ia menambahkan, penghitungan ketepatan arah kiblat ini dilakukan secara sukarelawan bersama tim lainnya. Meski dengan alat seadanya, kalibrasi yang dilakukan memiliki data yang bisa dipertanggun jawabkan. “Kita hanya gunakan alat sederhana, karena keterbatasan untuk pembelian alat. Tapi data yang kita lakukan bisa dipertanggung jawabkan,” tegas dia.

Menurut dia, terjadinya deviasia disebabkan lantaran persepsi masyarakat bahwa kiblat berada di arah barat, tanpa ada penejelasan yang terperinci. Padahal jika merujuk pada fatwa MUI nomor 5 Tahun 2010 Tentang Arah Kiblat, arahnya berada di Barat Laut dengan derajat yang berbeda-beda.

Terlebih, saat pengukuran kiblat sendiri dilakukan dengan alat ukur kompas (baik magnetik mau digital) bukan arah utaranya sejati (berdasar bayangan matahari) utara magnetik.

Maksudnya, Kompas hanya menentukan arah utaranya bersifat magnetik yang dipengaruhi oleh lingkungan sekitar, pengaruh logam, listrik atau dalam ruangan. Sedang Utara Sejati (sebenarnya) dihasilkan dari bayangan matahari yang bergerak teratur setiap detiknya,yang mushtahil meleset.

“Setelah utara sejati diketahui, baru menentukan arah kiblat yang di Sukabumi derajatnya UTSB 295 derajat BT 25 derajat  UB 65 derajat,” jelasnya.

Deni berharap, program dan suport dari pihak terkait, sehingga Pemkot terdorong untuk memediasi seperti Kabupaten Sukabumi, Kota bandung, Kota Cirebon, Kabupaten Bandung dan daerah lainnya dengan mengelar pelatihan kalibrasi.

Sementara itu sebelumnya, Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi mengapresiasi program kalibrasi yang dilakukan secara mandiri. Dirinya mengakui, program tersebut belum dilakukan pemerintah daerah. “Tapi kedepan kita akan lakukan hal seperti itu, mudah-mudahan bisa bekerjasama dengan pihak lainnya,” kata Fahmi belum lama ini.

Disinggung soal alat ukur yang cukup memakan biaya, orang nomor satu di Kota Sukabumi ini akan melakukan upaya untuk mengadakan alat tersebut. “Kita bisa dibicarakan Insya Allah,” pungkasnya.

Sumber Berita
Radar Sukabumi
Topik Berita

Baca Juga

Back to top button
Close