Demonstrasi Berkepanjangan, Konglomerat Hong Kong Desak Pemerintah Selamatkan Industri Perhotelan

"Kami sangat mendesak pemerintah untuk membantu industri perhotelan. Kami benar-benar membutuhkannya," kata Direktur Eksekutif Sun Hung Kai Properties Ltd. Adam Kwok dalam sambutan publik yang jarang dia lakukan, dikutip melalui Bloomberg, Senin (16/12/2019).

Abadikini.com, HONG KONG – Seorang anggota keluarga terkaya di Hong Kong telah meminta pemerintah untuk membantu hotel-hotel di kota itu di tengah pelemahan ekonomi akibat protes pro-demokrasi yang berkepanjangan.

“Kami sangat mendesak pemerintah untuk membantu industri perhotelan. Kami benar-benar membutuhkannya,” kata Direktur Eksekutif Sun Hung Kai Properties Ltd. Adam Kwok dalam sambutan publik yang jarang dia lakukan, dikutip melalui Bloomberg, Senin (16/12/2019).

Kwok menyampaikan pesannya dalam acara peluncuran produk properti baru Sun Hung Kai, Alva Hotel by Royal, pada Jumat (13/12/2019).

Dia mengatakan pendapatan bisnis hotel untuk perusahaannya secara keseluruhan telah turun sebanyak 40% pada November dan Desember karena kerusuhan yang terjadi.

Untuk paruh kedua tahun ini, pendapatan hotel diperkirakan turun sekitar 30%.

Berdasarkan Bloomberg Billionaires Index untuk kawasan Asia, dengan kekayaan sebesar US$38 miliar, keluarga Kwok adalah klan terkaya di Hong Kong.

Kerajaan bisnis mereka juga termasuk yang paling terekspos dengan dampak dari protes anti-pemerintah kota itu, yang sebagian didorong oleh kemarahan atas kesenjangan kekayaan yang melebar dan pengaruh politis yang sangat besar dari para taipan properti.

Kerusuhan yang kerap berakhir dengan kekerasan ini telah menyebabkan ekonomi Hong Kong diambang kontraksi tahunan pertamanya dalam 1 dekade dan menyebabkan bisnis pariwisata mengering.

Tingkat kedatangan wisatawan turun 44% pada Oktober dibandingkan dengan bulan yang sama tahun 2018, dan tingkat hunian hotel rata-rata hanya 68%. Penjualan ritel turut anjlok.

Kwok mengatakan pihak berwenang harus merujuk pada kebijakan stimulus yang digunakan selama epidemi SARS 2003 untuk menyelamatkan ekonomi.

Ketika ditanya mengapa Sun Hung Kai akan melanjutkan pembukaan hotel baru, dia mengatakan proyek ini telah direncanakan untuk waktu yang lama.

Total investasi untuk Alva Hotel by Royal mencapai sekitar 2,8 miliar dolar Hong Kong atau senilai US$359 juta.

“Kami berada dalam masa yang sulit tetapi kami akan beroperasi secara penuh. Dengan hotel ini, kami menawarkan kualitas yang baik dengan harga yang sangat terjangkau. Orang-orang [wisatawan] akan datang,” kata Kwok.

Sun Hung Kai, pengembang terbesar Hong Kong, tidak memaksa staf untuk mengambil cuti yang tidak dibayar, atau memberhentikan karyawan selama unjuk rasa berlangsung.

“Hong Kong dan daratan China akan terus menjadi fokus investasi kami. Saya yakin tentang masa depan Hong Kong. Orang-orang [wisatawan] akan kembali,” ujarnya.

Adam Kwok adalah salah satu ahli waris berikutnya untuk Sun Hung Kai.

Kakeknya Kwok Tak-seng, pedagang grosir dari Guangdong, berimigrasi ke Hong Kong setelah perang dan ikut mendirikan perusahaan pengembang properti pada 1963.

Tiga putranya, Raymond, Walter, dan Thomas, melanjutkan bisnis keluarga setelah dia meninggal.

Sumber Berita
Bisnis.com
Topik Berita

Baca Juga

Back to top button
Close