Polemik APBD Pemprov DKI Jakarta Yang Penuh Misteri Itu Kini Terungkap

Abadikini.com, JAKARTA – NGOPAS PENTIL: Membongkar Polemik APBD Pemprov DKI Jakarta Yang Penuh Misteri. Episode Kedua Ngopas Pentil Mengundang Pengkuh Ragil (Aktivis Honorer Indonesia Bersatu) dan Fariz Maulana Akbar (Peneliti Hatikhu Indonesia).

Polemik Rancangan Anggaran RAPBD 2020 Pemprov DKI Jakarta antara Gubernur Anies Baswedan dan Anggota DPRD DKI dari PSI kian meruncing. Pasalnya pasca pengungkapan anggaran pembelian Lem Aibon hingga Ballpoint untuk kebutuhan sekolah dengan nilai yang sangat fantastis mencapai puluhan bahkan ratusan miliar.

Aktivis Honorer Indonesia Bersatu, Pengkuh Ragil menilai polemik ini rada aneh bin ajaib. Terkait masalah plemik ini agak lucu juga, karena pertama saya mendengar ada kabar dari rekan politisi William Aditya Sarana terkait dimunculkan masalah anggaran Lem Aibon 82 miliar, lalu muncul kembali anggaran Ballpoint hampil 124 miliar. menurut Ragil pengungkapan anggaran-anggaran tersebut ke publik terlalu prematur.

“Pengajuan anggaran-anggran itu masih bersifat RAPBD, terlalu prematur untuk diungkapkan kepublik, karena barang ini belum dibahas, ini baru sistem input di RKAS (Rencana Kegiatan Anggaran Sekolah) belum apa-apa sudah di bunyikan,” ujar Pengkuh Ragil di Ngopas Pentil edisi kedua bersama host Arief Mulyadi dengan program Abadikini.com yang mengangkat tema “Membongkar Polemik APBD Pemprov DKI Jakarta Yang Penuh Misteri” dilansir Sabtu (9/11).

“Anggran tersebut masih bersifat dami dalam pengimputan RAPBD DKI 2020. yang namanya dami kan masih contoh. Anggaran 82 miliar Lem Aibon itu total keseluruhan dalam satu kode rekening 5220101 yaitu ATK kebutuhan sekolah-sekolah di Jakarta Barat itu secara keseluruhan ATK buka Lem Aibon saja,” tambahnya menjelaskan.

Untuk lebih lanjut simak selengkanya di Chanel Youtube Abadikini.com di bawah Ini:

Topik Berita

Berita Terkait

Back to top button
Close