Perkembangan HIPMI dan Revolusi Konsumen 2020

Pembukaan Musyawarah Nasional Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) hari ini tanggal 16 September 2019 di Hotel Sultan Jakarta dibuka secara resmi oleh Presiden Joko Widodo.

Munas HIPMI kali ini bisa bilang  istimewa, karena selain dihadiri oleh Presiden RI juga para petinggi negara ini dan para pengusaha besar, juga memiliki agenda besar untuk memilih ketua umum BPP HIPMI yang baru.

Ketua Umum HIPMI menjabat selama 3 tahun dan tidak bisa dipilih lagi untuk periode berikutnya. Yang menjadi pengurus HIPMI adalah mereka yang berusia dibawah 40 tahun. Usia diatas 40 tahun dianggap tidak muda lagi.

Dari paparan para pembicara mantan ketua umum BPP HIPMI di gambarkan perkembangan dunia usaha dari masa ke masa. Ponco Sutowo, mantan Ketum HIPMI bernostalgia dimasanya sebagai Ketum HIPMI tidak lah banyak anak muda yang mempunyai impian menjadi pengusaha diwaktu itu.

Pada masa itu anak muda mempunyai impian menjadi tentara dan setelah itu beralih mimpinya menjadi  pegawai negeri sipil (PNS).

Seiring dengan berjalannya waktu banyak perubahan yang terjadi, perkembangan teknologi yang pesat ditambah dengan meningkatnya populasi manusia di Indonesia dan dunia pada umumnya memaksa manusia sebagai makhluk sosial harus berubah pula. Sumber daya alam yang kian menipis memaksa kita melakukan inovasi untuk tetap dapat bertahan (survive).

Presiden Jokowi dalam sambutannya menyampaikan secara berulang-ulang  untuk bersikap hati-hati kepada semua pengusaha muda. Hati-hati terhadap perubahan besar dan cepat di sektor konsumsi yang beliau sebut sebagai Revolusi Konsumen.

Presiden Jokowi menyampaikan sebanyak 141 juta penduduk Indonesia diperkirakan akan masuk dalam masyarakat kelas menengah pada 2020 nanti.

Angka itu disebutnya meningkat hingga 100 persen dibandingkan pada lima tahun yang lalu, yang hanya sebanyak 70 juta masyarakat yang masuk dalam kelas menengah. Selain mengalami kenaikan jumlah, sebaran geografis konsumen pun juga semakin merata.

Lima tahun lalu, sebanyak 25 kabupaten/kota yang hanya memiliki konsumen kelas menengah hingga lebih dari 500 ribu. Kendati demikian, pada tahun depan, jumlah masyarakat kelas menengah tersebut diperkirakan akan tersebar hingga 54 kabupaten/kota.

Peningkatan jumlah masyarakat konsumen kelas menengah ini disebutnya akan menjadi daya tarik bagi investasi bisnis global. Apalagi di tengah-tengah situasi perang dagang dan ancaman resesi ekonomi, maka masyarakat konsumen di Indonesia akan semakin menjadi magnet bagi para investor dunia.

Jokowi juga mengajak para pengusaha muda untuk melakukan revolusi pola pikir. Sehingga mampu memanfaatkan revolusi konsumsi dengan cara memperkuat industrialisasi, hilirisasi, serta daya saing ekonomi.

Penting sekali bagi para pengusaha untuk bermitra begitu pesan Jokowi. Apalagi di era disruption ini, penting sekali untuk mempraktekkan ekonomi berbagi. Tidak ada yang menyangka kalau kalau Upnormal dan Kopi Kenangan bisa berjaya di Indonesia dan perlahan mengikis dominasi Starbucks dan Coffee Bean. Semua itu terjadi karena adanya bermitra antar pengusaha muda dan bisnisnya menyasar pada kaum muda milenial.

Bukankah Rasulullah SAW adalah seorang saudagar/pengusaha juga sebelum menjadi Rasul. Sekali lagi Selamat melaksanakan Munas HIPMI 2019. Hidup HIPMI … Pengusaha Pejuang  … Pejuang Pengusaha.

Oleh: Leo Fernando SE., Ak
Ketua Umum BPC HIPMI Belitung Timur

Topik Berita

Baca Juga

Back to top button
Close