Gerakan Nasional 1000 Startup Digital Targetkan Pertambahan Unicorn

Abadikini.com, JAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) kembali menggelar program Gerakan Nasional 1000 Startup Digital, di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Minggu, 18 Agustus 2019. Melalui program ini diharapkan dapat memunculkan lebih banyak lagi unicorn di Indonesia.

Baca Juga

Gerakan Nasional 1000 Startup Digital merupakan program tahunan yang telah dilaksanakan sejak beberapa tahun terakhir, dengan menggandeng pemerintah dan stakeholder di bidang teknologi.

Gerakan Nasional 1000 Startup Digital tahun ini diselenggarakan sebagai rangkaian acara perayaan HUT ke-74 RI. Mengusung tagline Ignite The Nation, program ini dijadikan momentum perayaan bagi digital milenial Indonesia.

Menteri Kominfo Rudiantara menjelaskan, Gerakan Nasional 1000 Startup Digital sebenarnya sudah digagas sejak 2016. Namun, pemerintah hingga saat ini belum punya wadah khusus untuk menaungi startup.

“Sejak 2016, mungkin startup yang sudah melewati basic fase ignation sampai inkubasi, sampai shift capital-nya itu sudah 200 lebih. Lalu 800 sudah inkubasi,” ujar Rudiantara, ditemui di Istora Senayan, Jakarta Pusat.

Melalui program ini, Rudiantara berharap jumlah startup bertambah banyak, diiringi pertambahan unicorn dan decacorn. Untuk diketahui, unicorn merupakan istilah untuk startup yang memiliki valuasi USD1 miliar. Decacorn disematkan bagi startup dengan valuasi USD10 miliar.

Saat ini, Indonesia memiliki tiga unicorn dan satu decacorn. Ketiga unicorn tersebut yaitu Tokopedia, Bukalapak, dan Traveloka. Go-Jek yang sebelumnya menyandang status unicorn, kini melejit menjadi decacorn.

“Kita ingin memantik lebih banyak lagi startup. Jangan hanya berhenti di startup, kami juga memfasilitasi, mengakselerasi agar lebih banyak lagi unicorn di Indonesia,” ujarnya.

Rudiantara optimistis akan lahir lebih banyak lagi startup, tahun depan. “Kalau pada kabinet yang akan datang ada wadah khusus ekonomi digital dan ekonomi kreatif, maka jumlah unicorn dan decacorn akan lebih banyak lagi di Indoensia,” kata Rudiantara.

Dalam mendukungnya, pemerintah juga tidak akan membuat suatu regulasi yang berbelit. Hal itu dinilai akan membatasi kreativitas anak muda.

“Pemerintah akan mengatur kebijakan, regulasinya. Hanya regulasi strategis, jangan diatur detail. Kalau detail, anak muda bilang kan jadul (lawas),” ujarnya. (medcom)

Editor
Sulasmi

Baca Juga

Berita Terkait
Close
Back to top button