BEI Siapkan Sejumlah Regulasi untuk Akomodir Unicorn di Lantai Bursa

Abadikini.com, JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah menyiapkan sejumlah regulasi menyangkut keberadaan perusahaan teknologi raksasa (unicorn) di lantai bursa.

Hal ini seperti dikatakan oleh Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, bahwa BEI telah berkomunikasi secara intensif dengan beberapa perusahaan unicorn di Indonesia mengenai peluang pendanaan melalui Pasar Modal Indonesia.

“Sebagaimana rekan-rekan ketahui bahwa timing IPO perusahaan berdasarkan kesiapan masing–masing internal perusahaan dalam memenuhi persyaratan IPO termasuk kelengkapan dokumen saat disampaikan ke bursa,” kata Nyoman, Senin (15/2/2021)

Nyoman menambahkan, untuk menyambut perusahaan unicorn agar dapat melantai di bursa, pihaknya telah mengambil sejumlah langkah terhadap perubahan dan kebutuhan pasar dan telah mempertimbangkan hasil benchmarking ke bursa-bursa global.

Pertama, melakukan penyesuaian Peraturan I-A yang saat ini sedang dalam tahap rule making rule.

Bursa menyiapkan beberapa alternatif persyaratan pencatatan sehingga dapat mengakomodasi berbagai karakteristik perusahaan, termasuk namun tidak terbatas kepada perusahaan unicorn di Indonesia.

Menurut Nyoman, adanya IDX-IC akan lebih mencerminkan sektoral dari Perusahaan Tercatat sehingga mereka dapat lebih diperbandingkan dengan perusahaan tercatat lainnya di BEI dan dengan perusahaan tercatat di Bursa global.

Ketiga, Bursa sudah melakukan kajian hukum dan berdiskusi dengan otoritas dan stakeholder terkait potensi penerapan Dual Class Shares dengan skema Multiple Voting Shares di Indonesia.

Sebagai catatan, penerapan Dual Class Shares lazim dipilih oleh perusahaan teknologi di bursa global yang mana ketika perusahaan tersebut melakukan IPO, ada beberapa jenis saham yang diterbitkan, misalnya saham Seri A dan saham seri B.

Adapun, Nyoman mengharapkan dengan beberapa usaha dan kebijakan yang dilakukan oleh BEI bersama dengan para stakeholder, dapat menarik minat banyak perusahaan di Indonesia termasuk unicorn untuk dapat memanfaatkan pendanaan di pasar modal.

Baca Juga

Back to top button