Jenazah Ketua Yayasan Ngruki Diberangkatkan dari Sukoharjo ke Ciamis

Abadikini.com, SUKOHARJO – Ketua Yayasan Pendidikan Al-Mukmin Ngruki, Sukoharjo, Ustadz Wahyudin, wafat pada Minggu (4/8/2019) sore. Usai disalatkan, jenazah kemudian dibawa ke Ciamis, Jawa Barat, untuk dimakamkan.

Para pelayat terlihat mulai berdatangan sejak pukul 18.00 WIB. Mereka menunggu di dalam Masjid Baitussalam, kompleks Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Mukmin Ngruki, Sukoharjo.

Selepas isya, jenazah dibawa masuk ke dalam masjid untuk disalatkan. Terlihat masjid dua lantai berkapasitas lebih dari seribu orang itu penuh sesak.

Tak hanya di dalam masjid, sebagian jemaah terpaksa menggelar tikar untuk mengikuti salat jenazah dari luar masjid. Salat pun dilakukan hingga beberapa kloter.

Pukul 21.00 WIB, mobil ambulans tiba di kawasan ponpes. Jenazah mantan Direktur Ponpes Al-Mukmin itu akan dibawa ke Cikoneng, Ciamis, untuk dimakamkan.

Rencananya, jenazah akan disemayamkan terlebih dahulu di Ponpes Nurussalam Ciamis yang didirikan oleh Wahyudin. Senin (5/8) pagi, jenazah akan dikebumikan di tempat pemakaman setempat.

Sejak dua hari yang lalu, Wahyudin dirawat di RS PKU Muhammadiyah Surakarta karena kondisi kesehatan yang menurun. Selama ini memang dia memiliki riwayat beberapa penyakit, antara lain diabetes, gangguan pernapasan hingga vertigo.

Namun menurut putra sulungnya, Dzikky Ridwan, ayahnya tidak menunjukkan gejala penyakit tersebut belakangan ini. Maka Wahyudin hanya dirawat di bangsal umum saat pertama dirawat.

“Setelah dicek, kondisinya normal, tidak ada gejala apa-apa. Sabtu kemarin kondisinya drop hingga masuk ke ICU,” kata Dzikky saat ditemui di Ponpes Al-Mukmin.

Wahyudin menghembuskan napas terakhir pada Minggu (4/8) pukul 15.38 WIB. Dia wafat pada usia 67 tahun dan meninggalkan seorang istri, Muslihah, delapan orang anak serta 11 orang cucu.

“Sesuai wasiat beliau, jenazah akan dimakamkan di tempat kelahirannya, di Ciamis,” pungkasnya.

Editor
Irwansyah
Sumber Berita
detik
Back to top button