Cara Menyikapi Fitnah dan Berita Hoaks Menurut Islam

Abadikini.com – Di zaman serba cepat ini, berita bisa menyebar sangat cepat ke seluruh penjuru negeri hanya dalam hitungan detik saja. Namun negatifnya, tak semua berita itu asli, sebagian ada yang bohong alias hoax.

Kebohongan dan fitnah dalam sebuah berita bisa memicu perpecahan hingga konflik. Oleh karena itu, kita sebagai Muslim yang baik harus pandai-pandai menyikapi berita. Jangan jadi seorang Muslim yang mudah terprovokasi oleh isu-isu yang tidak jelas.

Karena jika kita sampai menyebarkan sebuah berita yang palsu, takutnya nanti jadi fitnah yang bisa merugikan orang lain. Kalian pasti tahu beratnya fitnah dalam agama Islam, dosanya lebih kejam dari pembunuhan.

Lalu bagaimana cara menyikapi fitnah dan berita yang tidak jelas menurut sudut pandang Islam?

Syuraih Al-Qadhi, seorang tabi’in terbaik, berkata: “Jika datang fitnah, maka tak perlu didengarkan, jangan pula disebarkan.”

Ketika kita mendengar berita yang tidak jelas atau berita yang berbau-bau fitnah seperti menjelakkan seseorang atau kelompok, jangan dengarkan berita tersebut, apalagi sampai disebarkan.

Tak hanya berlaku bagi berita di media atau televisi, tapi ini juga berlaku bagi kita sendiri. Jika ada fitnah yang datang kepadamu dari orang-orang yang membencimu, berusahalan untuk tidak mendengarkannya.

Ada perasaan tersinggung dan marah wajar karena kita manusiawi, tapi usahakan jangan sampai dimasukkan ke dalam hati. Lebih baiknya lagi jangan sampai kamu membenci orang yang memfitnahmu, sekalipun fitnah tersebut amat menyakitkan bagimu.

Lihatlah Nabi Muhammad dulu, beliau difitnah habis-habisan oleh kaum kafir, tapi beliau selalu membalasnya dengan kebaikan. Banyak yang awalnya memusuhi Rasulullah, tapi pada akhirnya dia masuk Islam.

Begitulah contoh yang diajarkan Nabi Muhammad, membalas keburukan dengan kebaikan. Ini adalah bukti budi pekerti luhur yang diajarkan dalam agama Islam.

Sumber Berita
wowmenariknya
Topik Berita

Baca Juga

Back to top button