Kemenaker Manfaatkan Sosmed untuk Proses Seleksi Jabatan

Abadikini.com, JAKARTA – Kementerian Ketenagakerjaan memanfaatkan keberadaan sosial media dalam proses seleksi, termasuk pengisian jabatan tertentu. Sosial media dinilai bisa menunjukkan perilaku pemilik akun dalam kehidupan sehari-hari.

Pernyataan tersebut dikemukakan Menteri Hanif Dhakiri saat menjadi pembicara dalam kompetisi di Microsoft Office Specialist (MOS) dan Adobe Certified Associate (ACA) di SMA Pradipta Dirgantara Solo, Rabu (3/7).

“Menurut saya, sosial media itu menjadi semacam paspor. Jadi bisa menunjukkan perilaku pemilik akun dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Hanif.

Hanif mengatakan, di Kementerian yang dipimpinnya, penelusuran sosial media juga dilakukan dalam proses seleksi. Termasuk di antaranya proses kenaikan jabatan, baik saat wawancara maupun tes tertulis. Menurut politisi PKB itu, banyak yang gembira lantaran memiliki penilaian baik dalam dua tahap tersebut.

“Kami juga masih melakukan satu tahapan lagi. Semua kami minta menyebutkan akun sosial medianya. Kemudian kami melakukan penelusuran isi akun sosial media milik yang bersangkutan,” terangnya.

Hanif menilai, proses tersebut penting untuk dilakukan. Pihaknya tidak ingin memilih orang yang suka mengeluh di sosmed ataupun memaki-maki orang. Ia berharap generasi muda di Indonesia bisa semakin berperilaku bijak dalam menggunakan sosial media. Karena cara serupa juga sudah banyak digunakan oleh instansi lain.

“Generasi muda saat ini harus bisa semakin berperilaku bijak dalam menggunakan sosial media. Saya yakin perusahaan swasta juga sudah banyak yang menerapkan cara seperti ini,” jelasnya.

Editor
selly
Sumber Berita
mdk
Back to top button