Cara Mengajarkan Anak Puasa

Abadikini.com, JAKARTA – Puasa adalah hal yang tidaklah mudah untuk dilakukan oleh anak-anak. Karena itu, para orang tua mencari berbagai cara untuk membuat anaknya menjalankan ibadah ini.

Buruknya, tanpa disadari banyak cara-cara yang tidak membangun dilakukan para orang tua untuk membawa anaknya puasa. Sebelum ini terjadi, simak penjelasan Psikolog anak, Vera Itabiliana Hadiwidjojo, SPsi.

Banyak orang tua menerapkan cara yang salah untuk membawa anaknya berpuasa. Hal yang paling umum dilakukan adalah memaksa atau langsung secara keras menuntut anak melakukan puasa secara penuh.

Ini adalah cara yang tidak efektif. Karena persuasi dengan tepat akan lebih membuka mata anak dalam menjalankan puasa secara iklas.

Menurut Vera, hal paling utama yang perlu dilakukan adalah membiasakan anak-anak tanpa paksaan. Tidak perlu puasa langsung penuh, anak bisa berpuasa secara bertahap sesuai dengan kesanggupannya.

“Pembiasaan. Kasih tahu¬† besok ada ramadan, ada puasa. Kita jelaskan, ada buku yang bisa dimanfaatkan tanpa ada paksaan. Fleksibel saja, kalau dia kuatnya sampai jam 7 ya sudah. Besok jam 8,” ujarnya di Perpustakaan Nasional, Jakarta Pusat.

Dengan cara ini anak akan lebih termotivasi untuk melakukannya. Puasa menjadi hal positif di pandangannya.

“Sehingga anak menjalankannya tetap senang, tanpa paksaan, dengan sukarela bukan karena takut terpaksa,” katanya.

Selain itu, para orang tua juga bisa membuat suasana ramadan spesial dibandingkan dengan hari-hari biasa. Ini bisa dimulai dengan menyediakan makanan-makanan spesial yang berkesan.

“Ciptakan suasana ramadhan menyenangkan. Bangun, sahur, kumpul, makan bersama, pas buka puasa banyak makanan. Namanya suka cita. Jadi anak merasa asyik ya ramadan, mau ikutan puasa,” tutupnya.

Dengan seperti itu, keinginan berpuasa muncul dari keinginan diri sendiri. Ini akan lebih bertahan dan hikmah nantinya.

Editor
Sulasmi
Sumber Berita
Medcom

Baca Juga

Berita Terkait
Close
Back to top button