Yusril Ihza Mahendra Dimata Denny Siregar

Yusril ini sebagai pengacara memang hebat..
Hampir semua kasus hukum dia menangkan, bahkan pemerintah saja belum pernah menang jika head to head dengan dia.

“Sudah 7-0..” kata Yusril dulu waktu ditanya, berapa skor antara dia ketika melawan pemerintah di meja hukum. Guru besar Tata Negara ini memang bak Ronaldo kalau sudah di lapangan.

Yusril bukan orang baru di dunia hukum dan birokrasi. Dia sudah malang melintang sejak masa Presiden Soeharto sampai sekarang.

Karena itu, waktu dia menjadi pengacara HTI, pemerintah sebenarnya ketar ketir juga. Kalau dia menang lagi, maka itu menjadi tamparan telak bagi pemerintah dalam melawan radikalisme yang diusung HTI. Itu sebabnya Yusril ditarik aja sekalian ke barisan, daripada jadi lawan mending jadi teman.

Berbahayakah Yusril karena dia sendiri adalah mantan pengacara HTI ? Sepertinya tidak, karena ia adalah orang yang pintar memanfaatkan panggung dengan mencari klien yang bisa membesarkan namanya. “Hanya profesionalisme kerja, saya lawyer..” katanya.

Dan kasus ABB ini, bisa dibilang ini kepiawaian Yusril juga. Ia membawa setumpuk bukti hukum yang membuat Jokowi tidak bisa menolak jika ABB harus bebas.

Bukan hanya Jokowi, bahkan NU dan Muhammadiyah juga tidak menolak. Catat, ketika membuat sebuah keputusan penting, Presiden tentu tidak berdiri sendiri. Ia harus mendapat banyak masukan dan pertimbangan dari segala sisi.

Pria yang sering belanja di pasar dengan baju Micky Mouse ini memang lebih handal sebagai pengacara daripada politikus. Di politik dia gagal mulu, bahkan waktu maju jadi Cagub DKI gada partai yang mau melamar dia. Belum lagi partainya PBB yang mati segan hidup pun enggan.

Kasus ABB ini adalah bukti Yusril piawai dalam mengangkat namanya sendiri. Ia mencuri panggung Pilpres melalui celah yang tidak terpikirkan banyak orang.

Jadi untuk teman-teman yang sibuk membandingkan kasus ABB dengan kasus Meiliana sampai kasus pengungsi Sampang, jangan sibuk menyalahkan Jokowi saja. Kalau perduli, mending patungan untuk menyewa jasa Yusril supaya kasusnya menang.

Yusril yang gosipnya satu kasus dibayar 12,5 milyar itu paling sedang ngopi sambil bilang, “Its just business, nothing personal..”

Sumber Berita
Sumber
Topik Berita

Baca Juga

Back to top button
Close