Tanggapan TGB untuk Pendukung Prabowo soal Palestina

Tentang tulisan Toni Rosyid (TR) saya punya beberapa catatan :

  1. Saya pertama kali bertemu dengan TR di Hotel Sofyan Betawi Jakarta beberapa waktu lalu, dia dibawa saudara Dede Muharam yang belakangan membuat deklarasi mendukung Prabowo atas nama alumni mesir. Bicara sana-sini, kelihatan yang bersangkutan lagi cari order jadi konsultan politik. Saya tidak tertarik karena model begitu banyak saya jumpai sebelumnya.
  2. Tanggapan saya terhadap statemen Prabowo tentang Palestina adalah bagian dari kesadaran bahwa Palestina perlu kita bantu tak hanya dengan doa, tenaga, harta namun juga kata-kata. Menurut saya, Palestina adalah garis merah, tidak boleh ada statemen yang langsung maupun tidak langsung melemahkan Palestina. Bagi saya, Palestina bukan panggung politik namun pertanggungjawaban kepada ALLOH dan kemanusiaan. Tanpa publikasi, Pemprov NTB saat saya menjadi Gubernur (2008-2018) adalah salah satu Pemda yang paling aktif bergerak bersama elemen masyarakat, khususnya KNRP NTB, untuk menggalang bantuan dan dana untuk Palestina. Alhamdulillah.
  3. Mendukung Prabowo bukan berarti mengaminkan semua statemennya. Apalagi kalau statemen yang mengirim pesan yang melemahkan perjuangan Palestina.
  4. TGB tersandera sehingga mendukung Jokowi? Hanya halusinator yang punya pikiran seperti itu. Faktanya, banyak sekali politisi pendukung Jokowi yang ditangkap oleh KPK. Bahkan mungkin jauh lebih banyak dibanding politisi pendukung Prabowo, karena akumulasi partai pendukung Jokowi lebih besar dari pendukung Prabowo. Tanpa perlu menyebut nama, kita sudah tahu para politisi tersebut. Artinya, KPK menindak berdasarkan fakta hukum sehingga siapa saja dari kubu manapun kalau memang cukup bukti pasti ditindak KPK. Kalau fakta hukum dengan alat bukti yang cukup ada, jangankan TGB yang tidak punya partai, beberapa ketua partai besar pun ditangkap oleh KPK. Bahkan Pimpinan lembaga negara (DPR,DPD,MK) juga tak lepas dari jerat hukum.
  5. Statemen TGB itu membuat umat marah? Hanya megalomania yang menganggap bahwa dia dan yang sehaluan politik sebagai satu-satunya representasi umat. Apalagi yang mengaku mewakili umat tanpa rekam jejak keumatan sama sekali.
  6. Dengan perilaku politik halusinatif seperti yang dicerminkan oleh tulisan TR sebagai pendukung Prabowo, saya semakin yakin bahwa pilihan saya untuk mendukung Jokowi adalah pilihan yang tepat. Mendukung dengan akal sehat tanpa halusinasi. (TGB)

Baca Juga

Back to top button