Bupati Rohul Pimpin Apel Deklarasi Damai Pemilu 2019

Abadikini.com, Rokan Hulu – Bupati Roak Hulu (Rohul) Provinsi Riau H. Sukiman pimpin apel deklarasi damai, aman, sejuk dan kondusif menuju Pemilu Serentak 2019 yang mana akan berlangsung pemilihan Presiden dan wakil Presiden serta pemilihan anggota legislatif ditahun 2019 yang akan datang.

Sekitar 7,5 bulan kedepan, Indonesia akan menggelar Pemilihan Umum (Pemilu) serentak. Yakni, Pemilu Legislatif yang akan memilih anggota DPR, DPD dan DPRD, baik DPRD Provinsi maupun Kabupaten/Kota. Kemudian, Pemilu Presiden dan Wakil Presiden yang saat ini sudah diketahui ada 2 pasang yang akan memperebutkan kursi RI 1 dan RI 2.

Bupati Sukiman mengatakan, sebagai bagian dan pilihan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, esensi Pileg dan Pilpres serentak 2019, adalah salah satu sarana untuk kian memperkuat rekatan semangat kebhineka’an seluruh anak bangsa, tidak terkecuali di Kabupaten rohul,

“Sebagai sebuah perwujudkan demokrasi yang telah kita sepakati bersama, Pileg dan Pilpres serentak tahun 2019, bukanlah dua mata gunting yang memutuskan. Sebaliknya, ibarat jarum dan benang yang berpadu untuk menyatukan,” kata Sukiman dalam sambutanya, Senin (10/9/2018).

Deklarasi yang diikuti hampir seribuan orang dari berbagai elemen mulai dari siswa SMKN 1 rambah, Mahasiswa UPP, Ormas, OKP, TNI dan Polri serta seluruh jajaran ASN dilingkungan Pemeeintah daerah Rohul. Sesuai ikrar dalam deklarasi itu, Bupati Sukiman mengajak seluruh warganya untuk mendukung dan mengawal pesta demokrasi 5 tahunan tersebut berlangsung demokrasi, aman, damai dan sejuk.

“Mari kita dukung dan kawal, sehingga seluruh tahapan Pileg dan Pilpres tahun 2019 yang pelaksanaannya tinggal kurang lebih 7 bulan lagi, khususnya di Kabupaten Rokan Hulu, negeri seribu suluk ini, berlangsung demokrasi, aman, damai dan menyejukkan kita semua,” serunya.

Dia juga mengajak seluruh masyarakat di kabupaten berjuluk Negeri seribu suluk ini untuk mendukung Pileg dan Pilpres 2019 mendatang terlaksana tanpa hoax, persekusi, politisasi SARA, politik uang, serta tanpa saling hujat, dan saling menabur ujaran kebencian.saat diwancarai awak media pasca apel.

“Mari kita nyalakan lampu aspirasi dan keinginan kita, tanpa harus mematikan lentera pilihan orang lain,” ajaknya.

Tampak hadir dalam deklarasi itu berbagai komponen masyarakat, seperti Partai Politik, pelajar dan tenaga pendidik, pengurus dan anggota paguyuban, organisasi kemasyarakatan pemuda diantaranya Kapolres rokan hulu AKBP. M. Hasyim Risahondua, kemudian, Kodim 0313/kpr, Ketua KPUD Rohul Fahrizal dan Ketua Bawaslu Fajrul Islami. (R. Lubis)

Back to top button