Pengamat Politik NSEAS: Anies Berani Hentikan Reklamasi Teluk Jakarta

abadikini.com, JAKARTA – Anies Baswedan dan Sandiaga Uno resmi menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 pada Senin (16/10/2017). Salah satu janji kampanye Anies-Sandi pada kampanye Pilkada DKI 2017 adalah menghentikan reklamasi Teluk Jakarta.  Janji ini tentu ditunggu realisasinya oleh masyarakat.  Beranikah Anies menghentikan reklamasi Teluk Jakarta?

Pengamat politik Network for South East Asian Studies (NSEAS) Muchtar Effendi Harahap mengemukakan, Anies berani menghentikan reklamasi seperti janjinya pada kampanye Pilkada 2017.  Yang dapat membuat Anis tidak berani, jika ada tekanan dari kelompok Jusuf Kalla (JK) yang mendukung Anies di Pilkada DKI.

“Kalau kelompok JK memperoleh kepentingan bisnis dengan reklamasi tersebut,  baru Anies tidak berani,” tandas Muchtar, Kamis (19/10/2017).

Ia menambahkan, kalau hanya melawan kepentingan Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan dan konglomerat  Cina, Anies berani.

Muchtar mengungkapkan, ada beberapa faktor  yang membuat  Anies berani menghentikan reklamasi Teluk Jakarta. Pertama, Anies sudah berjanji kepada rakyat DKI bahkan Indonesia melalui media massa. Kedua, Anies bukan pengusaha,  bukan  broker rente, dan juga  bukan politikus  parpol penganut politik kartel. Anies berlatar belakang dosen. Tidak punya kepentingan soal dagang atau bisnis. Ketiga, Anies bersal dari keluarga intelektual dan pejuang kemerdekaan. Tentu  Anies akan mengutamakan martabat keluarga.  Keempat,  mayoritas masyarakat menolak reklamasi Teluk Jakarta, termasuk parpol-parpol pendukung Anies.

“Faktor-faktor itu mendorong Anis menjadi berani. Intinya, kendala Anies menghentikan reklamasi Teluk Jakarta sangat kecil, kecuali dari kelompok JK,” tegas Muchtar. (leo.ak/on)

Baca Juga

Back to top button