Kemenkes Percepat Transformasi Layanan Kesehatan dengan Strategi 6 Pilar

Abadikini.com, JAKARTA – Dalam upaya mempercepat pembangunan di bidang kesehatan, Kementerian Kesehatan menjalankan strategi Transformasi Kesehatan dengan enam pilar utama. Pemenuhan sarana dan prasarana baik untuk layanan primer maupun layanan rujukan terus ditingkatkan.

Program pengampuan layanan prioritas seperti Kanker, Jantung, Stroke, dan Uronefro (KJSU) serta Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) merupakan upaya pemerataan akses layanan kesehatan bagi masyarakat. Dengan program ini, masyarakat dapat memperoleh layanan kesehatan tanpa harus menunggu lama atau melakukan perjalanan jauh ke luar provinsi.

Pemenuhan alat diagnostik dan layanan operasi dipercepat melalui mobilisasi berbagai sumber pendanaan. Namun, ketersediaan sumber daya manusia (SDM) kesehatan tetap menjadi tantangan besar. Saat ini, rasio dokter di Indonesia hanya 0,46 per 1.000 penduduk, jauh tertinggal dibandingkan Malaysia dan Singapura yang memiliki rasio dokter di atas 1 per 1.000 penduduk.

Untuk mengatasi kekurangan ini, Kementerian Kesehatan mengambil berbagai langkah terobosan, termasuk memanfaatkan tenaga medis Warga Negara Asing (WNA) untuk transfer of knowledge. Program ini diadakan sesuai kebutuhan pelayanan kesehatan tertentu, di mana dokter dengan kompetensi tersebut tidak tersedia atau sangat terbatas di Indonesia.

Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan, dr. Azhar Jaya, S.H., SKM, MARS, menyatakan, “Kebutuhan transfer of knowledge sangat penting untuk percepatan penguasaan bidang keahlian tertentu seperti transplantasi jantung, tata laksana kelainan jantung bayi dan anak, serta pengembangan precision medicine di Indonesia.”

Program terbaru berlangsung di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Adam Malik di Medan, Sumatera Utara, bekerja sama dengan King Salman Relief dan Muslim World League dari Arab Saudi. Program ini meliputi transfer of knowledge dan operasi jantung gratis bagi pasien tidak mampu.

Kegiatan ini dibagi dalam tiga periode pelayanan: periode pertama dari awal Mei hingga 27 Mei dengan target 10 pasien; periode kedua dari 2 hingga 9 Juni 2024; dan periode ketiga dari 25 Juni hingga 1 Juli 2024, dengan target masing-masing 15-20 pasien. Tim medis berjumlah 22 orang dari Arab Saudi akan terus membantu menyelamatkan nyawa masyarakat tidak mampu dan memberikan keterampilan bedah jantung terbuka tingkat lanjut kepada dokter-dokter Indonesia.

Banyak rumah sakit Kemenkes yang merupakan RS wahana pendidikan bagi dokter spesialis dan subspesialis telah melakukan alih teknologi melalui kerja sama dengan tenaga medis WNA. Pengaturan program ini akan mengikuti peraturan dan ketentuan yang ada. Para direksi rumah sakit Kemenkes juga didorong untuk mengkaji dan mengusulkan kebutuhan program berdasarkan situasi rumah sakit masing-masing.

Baca Juga

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
planet128 rawit128 planet128 turbo128 planet128 rawit128 cahaya128 rawit128 planet128 rawit128 ufo777 slot gacor