Kesehatan Menjadi Prioritas dalam Pelaksanaan Ibadah Haji

Abadikini.com, MADINAH – Untuk mencegah terjadinya masalah kesehatan yang tidak diinginkan saat pelaksanaan ibadah haji, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) telah menyiapkan obat dan perbekalan kesehatan (perbekkes) lainnya sebanyak 62,3 ton.

“Tahun ini, dari tanah air kami membawa 2.872 koli obat-obatan dan 1.826 koli perbekalan kesehatan alat kesehatan habis pakai. Totalnya, kami bawa dari Indonesia sebanyak 4.710 koli atau seberat 62,3 ton,” kata Direktur Pengelolaan dan Pelayanan Kefarmasian, Dr. Dra. Agusdini Banun Saptaningsih, Apt., MARS, di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah, Senin (13/5/2024).

Direktur Agusdini mengantar langsung 300 koli obat yang terdiri dari psikotropika, insulin, dan obat perbekalan kesehatan lainnya. Sementara itu, sisanya sedang dalam perjalanan dari Indonesia ke Arab Saudi.

Lebih lanjut, Agusdini mengungkapkan bahwa pengadaan obat tahun ini lebih profesional dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun ini, perencanaan obat dibuat berdasarkan metode konsumsi dan morbiditas.

“Tidak seluruhnya membeli di tanah air, khususnya untuk cairan infus. Untuk infus, hanya membeli 25% dari tanah air dan 75% nya adalah membeli di Arab Saudi karena secara unit cost lebih ekonomis bila membeli di sini,” jelas Agusdini.

“Kalau beli di Indonesia memerlukan transportasi yang mahal, bisa habis sekitar Rp 3-4 miliar. Dengan pengadaan obat yang 25% khususnya infus dibeli di Indonesia dan 75% di Arab Saudi, kita dapat menghemat kurang lebih Rp 3 miliar,” tambahnya.

Agusdini berharap dengan tersedianya obat dan perbekkes yang telah diadakan dapat membantu mengurangi angka kesakitan pada jemaah sehingga penyelenggaraan haji tahun ini dapat berjalan lancar.

Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan PPIH 2024, dr. Indro Murwoko, menyatakan bahwa proses pengadaan obat untuk layanan kesehatan di Klinik Kesehatan Haji Indonesia Makkah dan Madinah dilakukan di Indonesia. Obat-obatan tersebut sudah tiba di Arab Saudi dengan proses penerimaan dilakukan di Makkah. Selanjutnya, Kemenkes akan melakukan pemilihan obat dengan perhitungan sekitar 20-25% dialokasikan untuk layanan di KKHI Madinah.

Dengan adanya persiapan yang matang ini, diharapkan jemaah haji dapat melaksanakan ibadah dengan lebih tenang dan aman tanpa khawatir akan masalah kesehatan.

Baca Juga

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker