LaNyalla Minta Pemerintah Perhatikan Perkembangan Anak Lahir Saat Pandemi

Abadikini.com, JAKARTA – Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, meminta pemerintah lebih memperhatikan perkembangan anak yang lahir selama masa pandemi Covid-19. Pasalnya, hasil penelitian menyebutkan bayi yang lahir saat pandemi mengalami tingkat kognitif lebih rendah.

Studi dari Brown University, Amerika Serikat (AS), yang diposting di server pracetak medRxiv, 11 Agustus 2021, mengungkap bayi yang lahir selama pandemi virus Corona secara signifikan mengurangi kinerja verbal, motorik, dan kognitif keseluruhan dibandingkan dengan anak-anak yang lahir sebelum pandemi.

Anak-anak yang lahir selama pandemi Covid-19 disebut memiliki skor tingkat kecerdasan (IQ) yang lebih rendah daripada mereka yang lahir sebelum pandemi.

“Kita ketahui 1.000 hari pertama kehidupan seorang anak itu sangat penting karena merupakan periode emas untuk mencapai pertumbuhan optimal. Jika dalam masa-masa ini ada hambatan, pastinya akan berdampak terhadap perkembangan anak,” kata LaNyalla, Senin (23/8/2021).

LaNyalla pun menyoroti hasil penelitian yang menyebut faktor lingkungan dan pola pengasuhan anak selama pandemi menjadi salah satu penyebab penurunan kognitif anak.

“Akibat pandemi, ada banyak pembatasan kegiatan yang dilakukan sebagai upaya melindungi masyarakat dari Corona. Tapi di sisi lain, pembatasan ini berdampak terhadap perkembangan anak karena anak-anak lahir dan tumbuh sangat dipengaruhi oleh lingkungan mereka,” tutur Senator asal Jawa Timur itu.

Ditambahkannya, otak anak mengalami sejumlah besar pertumbuhan struktural dan fungsional yang didorong oleh faktor genetik dan lingkungan. Selain itu juga faktor stimulasi dan pengasuhan dapat mengubah perkembangan anak.

“Orangtua harus lebih kreatif dalam menerapkan pola asuh selama pandemi. Meski banyak keterbatasan yang memaksa anak untuk selalu berada di rumah, ciptakan lingkungan yang nyaman dengan berbagai kegiatan stimulasi menyenangkan untuk mendukung perkembangan anak,” jelas LaNyalla.

1 2Laman berikutnya

Baca Juga

Berita Terkait
Close
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker