Peneliti Temukan Virus Kuno Berusia 15 Ribu Tahun di Dataran Tinggi Tibet

Abadikini.com, JAKARTA – Kode genetik dari sejumlah virus kuno yang ditemukan para peneliti di balik es gletser dari dataran tinggi Tibet, China yang mencair.

Dalam penelitian tersebut tim mengidentifikasi ‘arsip’ puluhan virus unik berusia 15.000 tahun dari lapisan es Gulya di Dataran Tinggu TIbet.

“Gletser ini terbentuk secara bertahap, dan bersama dengan debu dan gas, banyak virus juga disimpan di dalam es itu,” kata Zhong.

Mikroba ini menurutnya berpotensi mewakili yang ada di atmosfer pada saat mereka disimpan, studi sebelumnya menunjukan komunitas microba berkorelasi dengan perubahan konsentrasi debu dan ion di atmosfer.

Mengutip Science Alert, ahli mikrobiologi Zhi-Ping Zhong dari Ohio State University yang terlibat dalam penelitian tersebut mengatakan pencairan es Gletser Tibet tidak hanya akan menyebabkan hilangnya mikroba dan virus kuno yang ‘diarsipkan’, tetapi juga melepaskannya ke lingkungan di masa yang akan datang.

Para ahli menggunakan teknik metagenomics baru untuk menjaga sampel inti es mereka tetap steril dalam kondisi dingin.

Dilansir Science Daily, ahli mikrobiologi Ohio State University Matthew Sullivan mengatakan virus yang ditemukan di 21 ribu kaki atau 6,7 kilometer di atas permukaan laut China itu bisa berkembang biak di tengah lingkungan yang ekstrem dan menginfeksi sel di lingkungan yang dingin.

Selin itu, tim peneliti juga mengungkap soal adanya bakteri dalam inti es yang menginfeksi Methylobacterium, yang merupakan bakteri penting untuk siklus metana di dalam es. Bakteri tersebut punya keterkaitan dengan virus yang ditemukan pada strain Methylobacterium di habitat tanaman dan tanah.

“Virus beku ini kemungkinan berasal dari tanah atau tanaman dan memfasilitasi perolehan nutrisi untuk inangnya,” ujar Sullivan.

Sebelumnya para peneliti telah menganalisis inti es sejak tahun 2015 dari lapisan es Guliya di Tiongkok barat. Di dalam inti es tersebut terdapat lapisan-lapisan yang sudah banyak menjebak apapun dari atmosfer sekitar dan kemudian menciptakan semacam garis waktu.

Dari lapisan garis waktu itu, ilmuwan bisa meneliti tentang perubahan iklim, mikroba, virus dan gas sepanjang sejarah.

Temuan virus kuno itu sudah dipublikasikan di Jurnal Microbiome. Dari situ ilmuwan dapat memahami bagaimana virus berevolusi selama berabad-abad. Pada penelitian tersebut, para ilmuwan juga mengembangkan metode baru yang sangat bersih untuk menganalisis mikroba dan virus dalam es tanpa mencemarinya.

Sejauh ini, empat virus sudah dikenali. Virus yang teridentifikasi di lapisan es Guliya sebelumnya itu telah diidentifikasi dan berasal dari keluarga virus yang menginfeksi bakteri. Para peneliti menemukan virus dalam konsentrasi yang jauh lebih rendah daripada yang ditemukan di lautan atau tanah.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa virus berasal dari tanah atau tanaman, bukan dari hewan atau manusia.

Baca Juga

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker