Biaya Kampus Mahal, Mahasiswa di China Sandera Rektor

Abadikini.com, JAKARTA – Seorang rektor di Zhongbei College Nanjing Normal University, China disandera selama 30 jam oleh sejumlah mahasiswanya akibat aksi protes.

Baca Juga

Aksi protes tersebut dilakukan untuk mengamankan gelar mereka, karena khawatir gelar mereka diturunkan.

“Petugas dikepung oleh beberapa siswa yang meneriakkan pelecehan verbal dan menghalangi penegakan hukum,” bunyi pernyataan kepolisian seperti dikutip dari AFP, Jumat (11/6/2021).

Diketahui, ribuan calon sarjana universitas yang terletak di Provinsi Jiangsu Timur tersebut marah akibat rencana pihak kampus untuk menggabungkan sekolah dengan perguruan tinggi kejuruan lain.

“Rencana itu benar-benar menipu dan menyembunyikan kebenaran dari mahasiswa. Oleh karena itu, mahasiswa spontan berdemo,” kata seorang siswa yang menjadi saksi mata kejadian.

“Biaya Perguruan Tinggi Zhongbei sangat mahal, sekitar 17.000 yuan setahun. Siapa yang akan menghabiskan sebanyak itu untuk sekolah kejuruan?” tambahnya.

Bahkan, sejumlah foto yang tersebar di media sosial memperlihatkan polisi menggunakan pentungan dan semprotan merica demi meredam aksi para mahasiswa. Seorang mahasiswi juga terlihat mengalami luka di kepalanya.

“Untuk menegakkan ketertiban kampus, badan keamanan publik mengambil tindakan yang diperlukan sesuai dengan hukum untuk mengeluarkan orang yang terperangkap dan yang terluka agar segera dilarikan ke rumah sakit,” demikian pernyataan polisi.

Sementara itu, akibat  insiden ini, otoritas pendidikan Jiangsu menangguhkan rencana penggabungan kampus yang nantinya akan mempengaruhi lima universitas di daerah itu.

Sebelumnya, Pemerintah Jiangsu mengumumkan rencana merger kampus tersebut pada Maret lalu. Penggabungan kampus disebut sesuai rencana Kementerian Pendidikan China untuk mengubah perguruan tinggi swasta menjadi sekolah kejuruan.

Meskipun rencana itu ditangguhkan, mahasiswa Zhongbei College tetap menggelar aksi protes mereka.

Baca Juga

Berita Terkait
Close
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker