Tambang Ditutup, Warga di Sijunjuang Bercocok Tanam dengan Mesin

Abadikini.com, SIJUNJUNG – Pemandangan berbeda tampak di Sijunjung. Disana, hampir 80% proses bertani memanfaatkan mesin. Warga disana tak lagi menggunakan kerbau untuk mencangkul sawah dan tidak menggunakan cara tradisional lagi untuk membongkar padi di sawah.

Ketika Abadikini.com berada di Jorong Koto Panjang Nagari Limo Koto Kecamatan Koto VII Kabupaten Sijunjung, tampak kalau petani menggunakan mesin membongkar padi di sawah mereka, desiran suara mesin terdengar meski angin cukup kencang ditengah terik mentari siang tadi.

Seorang Petani disitu, Mimi (36) mengatakan cara bercocok tanam seperti itu sudah mulai dilakukan dikampungnya semenjak pertambangan ditutup. “Dulu orang disini bekerja sebagai penambang emas, lahan banyak digunakan untuk itu. Tapi semenjak tambang ditutup kami kembali lagi bertani, kini nyaris bercocok tan disini menggunakan mesin seperti itu,”ungkap Mimi sambil menunjukkan mesin sedang bekerja, Minggu (21/3/2021).

Mimi menuturkan kalau tidak hanya proses merontokkan padi saja yang menggunakan mesin tapi proses mencangkul tanah sebelum padi ditanam juga menggunakan mesin. Dulu, di tanah Minangkabau orang menggunakan kerbau untuk mencangkul sawah, kini masyarakat adat sudah mulai berkembang seiring kemajuan zaman dan teknologi sehingga cara bertani seperti itu bisa dilakukan disana.

Ketika ditanya soal hasil panen, Mimi menjelaskan hasil panen tidak bisa diterka karena juga perlu memperhatikan cuaca dan pupuk yang digunakan. Intinya, petani disana kata dia hanya berusaha, hasil akhir sesuai rezeki dari Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa. Namun menurut dia hasil panen padi miliknya Alhamdulillah terjadi peningkatan tiap masa panen tiba.

Sebelumnya dikawasan itu warga menghabiskan hari dan waktunya untuk menambang emas namun karena saat ini menambang sudah tutup warga kembali bertani seperti didaerah lain.

Back to top button