Trending Topik

Kesetaraan dan Senioritas Jadi Alasan Sepupu AHY Pilih Lompat Kapal ke NasDem

Ketua DPW Partai NasDem DKI Hasan Aminuddin (depan tengah), Ketua Fraksi NasDem DPRD DKI Jakarta Wibi Andrino (depan kedua kanan), Ketua DPD NasDem Jakarta Timur Nurcahyo Anggorojati (depan kedua kiri), anggota DPR RI Dapil Jawa Timur Ade Dwi Astuti (depan kanan), beserta jajaran DPW Partai NasDem DKI selepas pengumuman penunjukan Nurcahyo sebagai Ketua DPD NasDem Jakarta Timur, di Sekretariat DPW Partai NasDem DKI Jakarta, Selasa (2/3/2021).

Abadikini.com, JAKARTA – Nurcahyo Anggorojati sepupu dari Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Edhie Baskro Yudhoyono (EBY) sekaligus mantan anggota DPR RI 2009-2014 dari fraksi Partai Demokrat lompat kapal ke Partai NasDem.

Pria yang akrab disapa Mas Yoyok itu bahkan baru saja ditunjuk sebagai Ketua DPD Nasdem Jakarta Timur periode 2021-2026. Ada sejumlah faktor yang mendasarinya lompat kapal ke NasDem, seperti masalah kesetaraan. Ia diharapkan dapat mengangkat suara NasDem di Jakarta Timur.

Anak dari Ketua Umum Partai Demokrat 2005-2010, Hadi Utomo itu mengatakan kepada wartawan, bahwa keputusannya hijrah sudah tepat. Ia menilai situasi di internal partai antar anggotanya lebih nyaman karena tidak ada senioritas.

“Semua ada kesetaraan di partai NasDem ini. Tidak ada istilah orang baru, orang lama, anak kos, kami semua sederajat, kami anggota partai baru,” ujar Tjahjo di kantor DPW NasDem DKI Jakarta, Selasa (2/3/2021).

Selain itu, ia menilai partai yang diketuai Surya Paloh ini memiliki keseriusan dalam membangun negara. Para kadernya juga ditanamkan kebiasan politik tanpa mahar untuk mencegah merebaknya praktik korupsi.

“Restorasi yang buat kami menarik sekali. Seperti konsep politik tanpa mahar. Di partai Nasdem, kami melihat partai yang benar-benar serius yang membebaskan para calonnya untuk membawa partai,” jelasnya.

Mas Yoyok mengaku pindah ke NasDem sebenarnya sudah sejak tahun 2020 lalu menyusul adiknya yang sudah bergabung lebih dulu. Setelah melakukan pengenalan lebih jauh, maka ia memutuskan untuk hijrah.

“Saya masuk ke NasDem ini lewat adik saya, anggota DPR RI yang juga dari dapil jatim. Kami merasa berkenalan dengan kakak semua,” tuturnya.

Karena itu, ia membantah keputusannya pindah partai didasari isu kudeta yang diutarakan Ketua Umum Demokrat AHY.

“Ini tidak terkait dengan kudeta partai lain. Kami keluar tahun 2020, jauh sebelum ada isu Kudeta di partai lain. Kami masuk pada Oktober 2020 dan diberi kewenangan di Jakarta Timur,” ucap Mas Yoyok.

Sebagai Ketua DPD NasDem Jakarta Timur, Mas Yoyok menargetkan memenangkan Pilkada legislatif di Jakarta Timur. Menurutnya meski belum ada anggota dewan dari Nasdem Jaktim, ia akan menggencarkan program untuk pembangunan warga.

“Insya allah kami akan memenangkan NasDem di jaktim. Saya ingin mengatakan bahwa NasDem di Jaktim, walaupun tidak ada anggota dewan, NasDem sudah berbuat banyak kepada warga Jaktim,” pungkas keponakan dari Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Baca Juga

Berita Terkait
Close
Back to top button