Pentagon Sakit Kepala Akibat Software Jet Tempur F-35 Error, Tiga Kampus Ternama Dikerahkan

Abadikini.com, JAKARTA – Jet tempur F-35 yang juga dikenal sebagai komputer terbang termahal di dunia tengah membuat pusing para petinggi Kementerian Pertahanan Amerika Serikat (AS) di Pentagon.

Baca Juga

Pasalnya, ada sejumlah permasalahan krusial (error) pada software (sistem perangkat lunak) milik jet tempur senilai USD 398 miliar itu.

F-35 memiliki lebih dari 8 juta baris kode, lebih banyak dari jet tempur AS atau sekutu sebelumnya

Untuk menangani permasalahan pada perangkat lunak dari jet tempur besutan Lockheed Martin tersebut Pentagon sampai harus melibatkan keahlian perangkat lunak dari tiga universitas teratas di AS.

“Penilaian teknis independen sedang dilakukan oleh ahli materi pelajaran perangkat lunak dari Lab Fisika Terapan Universitas Johns Hopkins, Institut Rekayasa Perangkat Lunak Universitas Carnegie Mellon, dan Institut Penelitian Teknologi Georgia,” menurut juru bicara program F-35 AS, Laura Seal, seperti dikutip dari Bloomberg, Selasa (2/2/2021).

Laporan itu akan mencakup tanggal untuk memulai pengujian tempur yang penting, dan berulang kali tertunda, dalam simulator yang sangat canggih untuk mengevaluasi bagaimana F-35 – dan pesawat masa depan serta sistem peperangan elektronik – akan bekerja melawan pesawat dan pertahanan udara Rusia dan China yang paling canggih.

Mungkin akan dibutuhkan waktu berbulan-bulan setelah pemerintahan Presiden Joe Biden sebelum tim Pentagonnya memiliki semua informasi yang diperlukan untuk memutuskan produksi dengan tarif penuh, fase paling menguntungkan bagi Lockheed.

“Setelah menganalisis berbagai informasi, termasuk penilaian dari para ahli universitas, kantor program F-35 Departemen Pertahanan berencana untuk melaporkan tanggal baru untuk pencapaian program pada akhir bulan ini,” jelas Seal dalam emailnya.

Sementara itu, Menteri Pertahanan AS, Lloyd Austin, kemungkinan akan menarik diri dari keputusan F-35 karena dia telah menjabat di dewan pembuat mesin F-35 United Technologies Corp. sejak 2016 dan kemudian Raytheon Technologies Corp. selama sekitar sembilan bulan setelah keduanya bergabung tahun lalu. Dia telah meninggalkan posisi itu.

Laporan Akuisisi Terpilih F-35 Tahunan Pentagon mengatakan AS memperkirakan akan menghabiskan USD66,4 miliar untuk program mesin F-35.

Baca Juga

Back to top button