Trending Topik

Ilmuan Kesehatan Dunia Khawatirkan Muncul Kembali Wabah Disease X

Abadikini.com, JAKARTA – Para ilmuwan memperkirakan, pandemi virus corona atau Covid-19 bukanlah merupakan pandemi terakhir yang akan dihadapi umat manusia. Dimasa depan manusia masih akan menghadapi berbagai pandemi.

Baca Juga

Para ilmuwan menyebut penyakit menular yang bisa menyebabkan pandemi di masa depan dengan istilah Disease X, untuk merujuk penyakit menular yang belum diketahui.

Disease X atau penyakit X yang berarti penyakit tidak terduga ini masih bersifat dugaan untuk saat ini. Penyakit yang ditakuti para ilmuwan dan pakar kesehatan masyarakat ini dapat menyebabkan penyakit serius di seluruh dunia ketika virus baru mematikan itu ditemukan.

Covid-19 sendiri awalnya merupakan disease X sebelum namanya resmi disebut sebagai coronavirus disease 2019, yang telah menyebabkan krisis sepanjang tahun 2020.

Profesor emeritus dari University of Arizona, Dr Kenneth Iserson kepada The Straight Times mengungkap prediksi bahwa sejumlah penyakit menular berpotensi menjadi Disease X.

“Ada kemungkinan penyakit menular tak dikenal lainnya sudah bersirkulasi dan bisa memberikan implikasi dahsyat,” kata Dr Iserson, dikutip dari The Straight Times, Minggu (3/1/2021).

Respons dunia dalam menghadapi pandemi Covid-19, menurut Dr Iserson menunjukkan disparitas dan ketidakkompakan. Menurutnya, dunia tidak belajar banyak dalam mempersiapkan pandemi berikutnya.

Disease X merupakan istilah yang dipakai WHO untuk menyebut berbagai patogen mematikan, termasuk SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) dan Ebola, yang mendapat prioritas utama dalam riset karena berpotensi menyebabkan pandemi.

Presiden Public Health Foundation di India, Dr K Srinath Reddy, menyebut vaksin saja tidak cukup. Menurutnya, vaksin dan pengobatan lebih merupakan langkah reaktif dibanding preventif atau pencegahan.

“Mereka bukan jaminan perlindungan jangka panjang, Mikroba juga belajar bermutasi. Lebih penting lagi, pandemi-pandemi baru bisa mulai muncul dan menghadirkan malapetakan sebelum kita mengembangkan vaksin atau menguji obat untuk melawannya,” kata Dr Srinath.

Surveilans aktif internasional, menurut Dr Iserson merupakan antisipasi terbaik yang bisa dilakukan. Ia menyebut, China, lembah Amazon, dan Afrika tengah, merupakan beberapa hotspot yang perlu diamati.

Baca Juga

Back to top button