Hadirkan DR Ilham Azikin Jadi Pemateri di Rakor GP Ansor Wilayah IV Sulsel

Abadikini.com, MAKASSAR – Bupati Bantaeng, DR H. Ilham Azikin menjadi pemateri pada Rapat Koordinasi Wilayah IV Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Sulawesi Selatan di Asrama Haji Sudiang, Sabtu (14/11).

Baca Juga

Mengusung tema “Satu komando dalam mewujudkan kader yang kreatif, inovatif dan produktif”, pada kesempatan itu, Bupati membahas betapa pentingnya peran pemuda khususnya dalam berkiprah menjaga dan mengawal Pancasila dan NKRI.

“Para pemuda Ansor tentunya tidak hanya menguasai keahliannya saja namun juga harus mahir di berbagai bidang lainnya, seperti bidang perdagangan”, ujar Bupati.

Bersama Bupati Bantaeng, turut hadir selaku pemateri lainnya yakni Wapinwil Kanwil BRI Makassar, Meidri Agung Cahyanto. Kegiatan ini dilangsungkan selama tiga hari, dimulai sejak, Jumat (13/11) s/d Senin 15 November 2020 mendatang.

Gerakan Pemuda (GP) Ansor adalah organisasi kepemudaan, kemasyarakatan, kebangsaan, dan keagamaan yang berwatak kerakyatan. Organisasi ini adalah badan otonom dibawah Nahdlatul Ulama (NU).

“KIH yang tumbuh dan berkembang diharapkan akan menarik perhatian investor global untuk menjadikan Indonesia sebagai global hub produk halal dunia,” kata KH. Ma’ruf.

Ketiga, membangun sistem informasi manajemen perdagangan produk halal. Menurut dia, saat ini data-data produksi dan nilai perdagangan produk halal Indonesia belum terefleksi dengan jelas dalam sistem yang terintegrasi.

“Karena itu, diperlukan kodifikasi yang bisa mengintegrasikan sertifikasi produk halal dengan data perdagangan dan data ekonomi. Hal ini penting agar statistik data perdagangan produk halal Indonesia serta penganggaran APBN dalam mendukung pengembangan industri produk halal dapat dilakukan dengan lebih mudah dan termonitor dengan baik,” ujarnya.

Keempat, memperkuat implementasi program sertifikasi halal produk ekspor. Ma’ruf mengatakan, penguatan implementasi program sertifikasi halal ini akan menjadikan produk Indonesia diperhitungkan dan memiliki daya saing global. Kelima, meningkatkan kapasitas UMKM agar dapat mendukung Indonesia menjadi produsen halal terbesar di dunia.

Mengutip data The State of Global Islamic Economy Report 2019/2020, konsumsi pasar industri halal mencapai 2,2 triliun dollar AS pada 2018 dan diprediksi mencapai 3,2 triliun dollar AS pada 2024.

Baca Juga

Back to top button