Trending Topik

Perjuangkan Nasib ASN Kota Tidore, Ali Ibrahim Tepis Issue Pemotongan TPP 

Abadikini.com, TIDORE – Wacana akan pemotongan Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) untuk para ASN di Kota Tidore Kepulauan dari Rp. 75 Milyar kemudian terjun bebas ke angka 26 Milyar.

Baca Juga

Membuat Ali Ibrahim Calon Walikota Tidore Kepulauan kemudian angkat bicara, dia mengatakan setelah dirinya bersama Muhammad Sinen melalui Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dalam menyusun Anggaran untuk tahun 2021, anggaran TPP dimasukan sebesar Rp. 75 Milyar.

Hanya saja ketika memasuki pembahasan anggaran di DPRD Kota Tikep, anggaran tersebut kemudian mengalami pengurangan hingga mencapai Rp. 26 Milyar.

“TPP itu ASN wajib untuk dapat, dan ketika saya dengan pak Muhammad Sinen sudah memperjuangkan diangka , mereka malah memfitnah bahwa pmotongan anggaran itu kami yang lakukan, padahal kami tidak tau apa-apa karena sudah cuti untuk melakukan Kampanye,” kata Ali Ibrahim saat melakukan kampanye di Kelurahan Dokiri pada Rabu, (21/10/2020) malam.

Ali berjanji akan terus memperjuangkan apa yang menjadi hak daripada ASN itu sendiri, sebab dia menyadari ASN juga memiliki keluarga yang patut diperhatikan secara baik tanpa harus dipandang sebelah mata.

Kendati demikian, Ali turut memberikan Suport kepada para ASN agar tetap memaksimalkan pelayanan publik untuk kepentingan masyarakat, meskipun pertarungan politik Kota Tidore Kepulauan saat mulai memanas sehingga dipenuhi dengan fitnah dan kebencian.

Sementara menurut Calon Wakil Walikota Muhammad Sinen bahwa dalam kepemimpinannya dengan Ali Ibrahim, mereka sering disebut sebagai pemimpin yang kerap mengintimidasi ASN, untuk itu ia kemudian mempertanyakan dengan mencontohkan keluarga Salah satu lawan politiknya yang tinggal di Kelurahan Dokiri.

“Selama kami memimpin, sudah berapa banyak keluarga Bapak Haris (Ketua PPP Kota Tikep) yang kami pindahkan dan kami tekan, Justru tidak ada sama sekali dan itu boleh dicek. Tetapi kalau Tim dari pasangan calon lainnya berkampanye, malah dengan terangan-terangan menyampaikan jangan pilih Ali Ibrahim dan Muhammad Sinen, bukankah ini bagian dari intimidasi,” pungkasnya.

Lebih lanjut Muhammad Sinen juga menyentil terkait dengan aksi-aksi penolakan yang diduga dimainkan oleh kelompok Pasangan Calon Tertentu, dia mengatakan langkah tersebut tidak pantas ditiru dan dicontohkan oleh pendukung dari pasangan AMAN, sebab langkah tersebut bukanlah sebuah contoh yang baik dalam berdemokrasi, sehingga kita tetap harus menjaga kedamaian dan kerukunan sesama warga agar pesta Demokrasi ini bisa berakhir dengan aman.

Baca Juga

Back to top button