Kasus Covid-19 di Indonesia Masih Tergolong Rendah, Begini Kata Jubir

Abadikini.com, JAKARTA – Kasus aktif Covid-19 di Indonesia memilki tingkat yang masih rendah. Sebab, di bawah rata-rata dunia yaitu dengan presentase antara 24,4 persen atau 48.847 kasus.

Dibandingkan dengan tingkat kasus aktif Covid-19 di dunia, kasus aktif di Indonesia masih tergolong rendah dengan presentase rata-rata di angka 25,47 persen.

Untuk persebaran kasus aktif di Indonesia mencapai 514 kabupaten dan kota per Senin 6 September 2020.

Jubir Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, ada 310 kabupaten/kota dari 514 kabupaten/kota yang memiliki kasus di bawah 50 kasus atau 60,31 persen.

Hal tersebut secara keseluruhan menjadi suatu prestasi yang menandakan bahwa bahwa sekitar 310 kabupaten/kota yang memiliki kasus aktif dibawah 50 kasus.

“Sebanyak 74 kabupaten/kota sama sekali tidak ada kasus aktif Covid-19,” kata Wiku di Istana Presiden, Rabu 9 September 2020.

Lalu, masih ada 11 kabupaten/kota lainya yang memiliki kasus aktif lebih dari 1000.

Yaitu, Kota Bekasi (1.025 kasus), Jakarta Utara (1.043 kasus), Kota Depok (1.043 kasus), Kota Surabaya (1.116 kasus), Jakarta Selatan (1.149 kasus), Jakarta Pusat (1.312 kasus), Kota Makassar (1.363 kasus), Jakarta Barat (1.372 kasus), Jakarta Timur (1.429 kasus), Kota Medan (1.454 kasus), dan Kota Semarang (2.591 kasus).

Pada peta zonasi risiko, Wiku mengatakan, kondisinya terjadi perubahan zona risiko. Risiko tinggi (merah) naik menjadi 70 daerah dari sebelumnya 65 di daerah dan risiko sedang (oranye) naik jadi 267 daerah dari sebelumnya 230 daerah.

Sedangkan risiko rendah (kuning) turun jadi 114 daerah dari sebelumnya 151 daerah. Untuk zona hijau yang tidak ada kasus baru turun jadi 38 daerah dari sebelumnya 42 daerah. Sedangkan yang tidak terdampak turun jadi 25 daerah dari sebelumnya 26 daerah.

Wiku menyebutkan, sekitar 55 kabupaten/kota yang berubah zona risiko dari kuning menjadi oranye tersebar pada 22 provinsi dan 29 kabupaten/kota dengan perubahan zona risiko dari oranye menjadi merah yang tersebar pada 15 provinsi.

Sementara tingkat kesembuhan di Indonesia mencapai persentase 71,5 persen dibandingkan rata-rata dunia 71,26 persen. Untuk kasus meninggal di angka 4,1 persen atau 8.230 kasus.

Sedangkan rata-rata dunia di angka 3,26 persen dan untuk penambahan kasus baru per 8 September 2020 sebanyak 3.046 kasus.

Dalam seminggu terakhir ini, pada kasus positif ada kenaikan 18,6 persen, yakni dari sebelumnya 18.625 kasus menjadi 22.097 kasus.

“Kenaikan kasus ini tertinggi berada di Bali naik 100 persen, Sulawesi Selatan naik 84,4 persen, Riau naik 68,5 persen, DKI Jakarta naik 31 persen, dan Jawa Tengah naik 19,6 persen.

Untuk kasus meninggal secara mingguan, menurut Wiku, terjadi penambahan 3 persen, yaitu dari 663 kasus menjadi 683 kasus.

Ada 5 provinsi dengan persentase kematian tertinggi, yaitu Jawa Timur (7,14 persen), Jawa Tengah (7,06 persen), Bengkulu (6,65 persen), Sumatera Selatan (5,95 persen) dan Nusa Tenggara Barat (5,9 persen).

Untuk persentase kesembuhan tertinggi berada di Kepulauan Bangka Belitung (95,06 persen), Sulawesi Tengah (88,89 persen), Kalimantan Barat (87,22 persen), Gorontalo (85,96 persen), dan Maluku Utara (83,68 persen).

Baca Juga

Back to top button