Ini Awal Mula Persoalan Tanah antara John Kei dengan Nus Kei yang Berujung Konflik

Abadikini.com, JAKARTA- Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, permasalahan tanah antara John Refra Kei alias John Kei dengan pamannya Agrapinus Rumatora alias Nus Kei itu saat John Kei masih mendekam di Lembaga Pemasyarakatan Permisan Nusakambangan. Saat itu, Nus Kei diminta tolong ponakannya untuk mengurus terkait hal tersebut.

“Ada perkara tanah yang saat itu memang John Kei minta tolong kepada Nus Kei untuk segera diuruskan, karena John Kei pada saat itu ada di Nusakambangan. Kemudian minta tolong minta untuk diuruskan,” kata Yusri di Polda Metro Jaya, Rabu (24/6).

Setelah keluar dari Nusakambangan pada Desember 2019 lalu, John pun menanyakan hasil penjualan tanah tersebut kepada pamannya.

“Tetapi karena keluar dari penjara John Kei menanyakan bagaimana hasilnya, karena dia (John Kei) dengar Nus Kei katanya sudah menerima. Tapi menurut pengakuan Nus Kei dia belum menerima,” ujarnya.

Selain itu, dalam pemeriksaan polisi yang dilakukan kepada Nus Kei. Ia mengaku jika John Kei merasa tidak sabar atas permasalahan atau persoalan tersebut.

“Kemarin Pak Nus Kei juga sudah sempat menyampaikan bahwa tidak sabar atau gimana gitu. Tapi ini memang adalah ada kasus tanah di Maluku, yang menurut John Kei sudah dibayar tapi menurut Nus Kei itu belum,” ungkapnya.

Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana membeberkan kronologi penyerangan dan pembacokan di Perumahan Elite Green Lake City, Tangerang dan di Jalan Kresek Raya, perempatan ABC, Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat. 30 Orang diamankan termasuk John Kei.

Kasus ini berawal pada Minggu (21/6) sekitar pukul 11.30 WIB terjadi penganiayaan oleh kelompok John Kei berjumlah 5-7 orang terhadap kelompok Nus Kei di wilayah Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat.

“1 Meninggal yaitu EN meninggal karena luka bacok di beberapa tempat. Dan 1 lagi putus jari tangan 4 jari berinisial AR,” kata Nana di Polda Metro, Senin (22/6).

Nana melanjutkan, di hari sama, sekitar pukul 12.25 WIB, 15 orang tak dikenal dengan empat mobil diduga kelompok John Kei mendatangi satu rumah di perumahan Green Lake Kluster Australi. Mereka datang ke sana mencari pemilik rumah Nus Kei.

“Yang bersangkutan tak ada, ada istri dan anak-anak. Istri dan anak berusaha meninggalkan rumah, dan terjadi pengerusakan pintu, ruang tamu dan kamar. Lalu merusak kendaraan duit unit roda empat milik Nus Kei dan satu mobil milik tetangga yaitu Tomi,” katanya.

Sumber Berita
Merdeka
Topik Berita

Baca Juga

Back to top button
Close