Ini Alasan Golkar Ngotot Harus Menaikkan PT dari 4 Persen Jadi 7 Persen

Abadikini.com, JAKARTA – Politisi Golkar Ace Hasan Syadzily mengatakan partainya telah sepakat dan bertekad untuk mendorong kenaikan Parliamentary Threshold (PT) dari 4 persen menjadi 7 persen.

Dirinya menjelaskan, kenaikan PT menjadi 7 persen bertujuan untuk menyerderhanakan partai politik dalam sistem presidensial

Bahkan, menurutnya lagi, PT 7 persen itu harus berlaku secara nasional mulai dari tingkat pusat hingga kabupaten/kota.

“Partai Golkar mengusulkan ambang batas parlemen menjadi 7%. Kebijakan PT 7% ini sebagai upaya kita untuk lebih menyederhanakan partai politik sehingga sistem presidensial kita dapat lebih efektif,” kata Ace kepada wartawan, Jumat (12/6/2020) malam.

Lanjut dia, penyederhanaan partai politik bisa membuat pengambilan keputusan di DPR lebih efektif. Hal itu bisa berdampak efektifnya sistem presidensial.

“Dengan adanya penyederhanaan partai politik di DPR, diharapkan proses pengambilan kebijakan di parlemen juga menjadi lebih efektif. Kami berpandangan, sistem presidensial akan lebih efektif jika juga ditopang dengan sistem multipartai sederhana,” ucapnya.

Di lain pihak, PPP melalui Wakil Ketua Umumnya, Arwani Thomafi tetap mengusulkan PT menjadi 4 persen. Sebab sistem Pemilu di Indonesia adalah sistem proporsional, sistem proporsional itu harus menjalan proporsional tahapan Pemilu.

Salah satu alasan yang dikedepankan PPP dengan adanya kenaikan PT maka semakin banyak suara yang hangus.

“Tetap aja (4 persen). Karena semakin dinaikkan, semakin banyak suara yang hangus, hilang dan sia-sia,” katanya kepada wartawan, Senin (8/6/2020).

Topik Berita

Baca Juga

Back to top button
Close