Sejarah Pembatalan Ibadah Haji Akibat Perang Hingga Wabah

Abadikini.com, JAKARTA – Dalam sejarah pemerinatah Indonesia pernah lakukan pembatalan keberangkatan Jamaah Calon Haji (JCH) ke tanah suci pada 1946 hingga 1948 akibat agresi militer Belanda.

Sementara pemerintah Arab Saudi pun pernah melarang pelaksanaan ibadah haji pada tahun 1814 karena wabah penyakit thoun, 1837 dan 1858 karena epidemi, 1892 akibat wabah kolera, dan 1897 karena wabah meningitis.

Berikut beberapa peristiwa besar yang mengakibatkan pembatalan haji seperti dikutip dari Al Jazeera:

Salah satu peristiwa besar yang tercatat dalam sejarah adalah pemimpin suku Qurmatian, berbasis di Arab timur (saat ini wilayah Bahrain), menyerang Mekkah. Mereka beralasan, ibadah haji merupakan ritual kaum pagan.

Sedikitnya 30.000 orang terbunuh dalam penyerangan ini. “Penyerbuan Qarmatian merupakan sebuah insiden besar, itu adalah kejadian penting dalam sejarah Islam,” jelas Umar al-Qadri, cendekiawan Islam dan imam di Islamic Center Irlandia, Dublin, kepada Aljazeera April lalu.

“Abu Tahir al-Jannabi, yang memimpin penyerbuan, tak hanya menyerang Mekkah dan penundaan ibadah, tapi dia juga tak menghormati simbol suci Islam,” tambahnya.

Hajar Aswad, yang diletakkan di sudut Ka’bah, dijarah dan potongan-potongannya dicuri. Kelompok itu juga menodai Sumur Zamzam yang suci, yang dekat dengan Ka’bah, melemparkan mayat peziarah yang terbunuh ke dalamnya. Setelah serangan itu, ibadah haji dibatalkan. Hajar Aswad akhirnya dikembalikan ke Makkah sekitar 20 tahun kemudian.

Wabah Corona yang terjadi saat ini bukan merupakan wabah pertama yang membuat pelaksanaan ibadah haji tertunda. Sepanjang abad ke-19, wabah kolera telah menyebabkan penangguhan ibadah haji pada tahun 1837 dan 1846. Demikian juga wabah Ebola di tahun 2014.

Antara tahun 1830 dan 1930, setidaknya ada 27 wabah kolera di antara jemaah haji di Makkah.

Ketika wabah Ebola memuncak pada awal 2010-an, negara-negara di seluruh dunia mengambil langkah-langkah untuk menangguhkan penerbitan visa untuk beberapa negara Afrika barat, pusat virus.

Pada 2014, Arab Saudi untuk sementara berhenti mengeluarkan visa umrah dan haji untuk warga Guinea, Liberia dan Sierra Leone.

Sebuah kelompok bersenjata Saudi yang terdiri dari 400 hingga 500 orang merebut Masjidil Haram antara November dan Desember 1979, memaksa penutupan masjid setidaknya selama dua pekan.

Pengambilalihan tersebut dipimpin seorang mantan tentara Saudi, Juhaiman bin Muhammad ibn Sayf al-Otaybi, yang mengkritik keluarga kerajaan yang berkuasa, dan menyerukan agar kembali ke ajaran Islam murni, sesuai yang diyakininya.

Pengepungan akhirnya berakhir setelah pasukan Saudi merebut kembali masjid, dibantu oleh unit polisi taktis Prancis.

Sebelumnya diberitakan Abadikini.com, Kementerian Agama Republik Indonesia memutuskan untuk membatalkan pemberangkatan jamaah haji 1441 H atau 2020 M. Keputusan ini diambil melalui sejumlah kajian yang dilakukan Kemenag RI juga melakukan komunikasi dengan berbagai pihak.

“Pemerintah memutuskan untuk tidak memberangkatkan jemaah haji 2020 atau 1441 H ini. Pemerintah tidak memberangkatkan jemaah haji pada 1441 H atau 2020 ini,” kata Menteri Agama Fachrul Razi melalui Video konferensi virtual, Selasa (2/6/2020).

Menag menjelaskan keputusan ini telah berdasarkan pada sejumlah kajian yang dilakukan. Kemenag juga melakukan komunikasi dengan berbagai pihak termasuk Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Komisi 8 DPR RI.

Bahkan Kementerian Agama telah melakukan komunikasi intensif dengan Kementerian Haji Arab Saudi. Hingga 1 Juni 2020, disebutkan bahwa Saudi belum memutuskan tentang kejelasan

Selain itu, pemerintah tidak lagi memiliki kecukupan waktu untuk persiapan pelaksanaan haji tahun ini termasuk pengurusan visa, penerbangan dan layanan lainnya.

Berdasarkan jadwal yang ada, penerbangan kloter pertama haji tahun ini akan dimulai pada akhir Juni. Sehingga waktu kurang dari satu bulan diyakini tidak memungkinkan untuk menyelesaikan seluruh persiapan.

“Keputusan ini kami nilai paling tepat dan maslahat bagi jemaah dan pelaksana haji. Ini telah melalui kajian mendalam karena pandemi ini dapat mengancam keselamatan jemaah,” imbuh Fachrul Razi.

Baca Juga

Back to top button