Didukung Teknologi, Pelabuhan Banten Berjalan Normal Walau WFH

Abadikini.com, JAKARTA – Selama Pandem Covid-19, operasional pelabuhan Banten atau Indonesia Port Corporation (IPC) tetap berjalan normal. Padahal, 70 persen karyawannya bekerja dari rumah atau work from home (WFH) dan dikendalikan tanpa tatap muka.

Hal ini dikatakan General Manager IPC Cabang Banten Agus Hendrianto. Dia menjelaskan kapal-kapal yang bersandar dan bongkar-muat dilakukan melalui teknologi informasi yang diterapkan di Pelabuhan Banten. Pelayanannya tanpa tatap muka.

“Kenapa bisa karena kita mengoptimalkan teknologi informasi, terbantu dengan program yang sudah kita optimalkan,” kata Agus, Kamis (28/5/2020).

Agus mengatakan pelayanan tetap berjalan meski dikerjakan dari rumah. Agus mengklaim Pelabuhan Banten adalah satu-satunya pelabuhan di Indonesia yang bisa menerapkan cara kerja dari rumah.

“Jadi selama WFH dan WFO (work from office) kan kita hampir 70 persen kerja di rumah, nah ini mungkin bisa jadi ini satu-satunya pelabuhan di Indonesia yang bisa menerapkan WFH hampir 70 persen berkat IT itu,” kata dia.

Agus mencontohkan, ketika ada kapal yang mau bersandar di pelabuhan, prosedur yang ditempuh semuanya via online dengan memanfaatkan teknologi. Rapat kapal yang biasa dilakukan tatap muka kini dilakukan melalui rapat online. Kemudian, arus dokumen dari agen ke pihak pelabuhan semuanya memanfaatkan teknologi.

“Misalnya rapat kapal, tadinya dilakukan secara temu muka untuk penyandaran kapal, nah ini sudah dilakukan secara teknologi. Lalu flow of document yang selama ini masih ada yang menggunakan kertas nah ini sebagian besar sekarang sudah paperless jadi lewat digital, jadi di kita itu ada aplikasi e-Office,” sebut Agus

Di sisi lain, teknologi yang saat ini diterapkan melalui jaringan internet adalah terminal operating system. Pemantauan kerja-kerja pelabuhan selama pandemi dilakukan dari jarak jauh.

“Lalu untuk monitoring kita optimalkan IT-nya, kita punya terminal operating system itu optimalkan untuk pengoperasian pelabuhannya itu. Kita semuanya sudah online dan nyaris tidak berhubungan (tatap muka) lagi baik dengan pengguna jasa,” ungkapnya..

Baca Juga

Berita Terkait
Close
Back to top button