Pantat Kapolsek Ditikam Warga, Drama Penangkapan Penambang Emas Ilegal Berakhir Tragis

Abadikini.com, JAMBI – Upaya penangkapan dua orang pelaku penambangan tanpa izin emas (peti mas) di Dusun Batu Kerbau, Bungo, Jambi berakhir rusuh dan tragis.

Pasalnya, ratusan warga melakukan intimidasi dan penghadangan kepada rombongan aparat kepolisian dari Polsek Pelepat Jambi meminta paksa aparat untuk melepaskan dua orang pelaku peti mas.

Bahkan, massa tak segan melakukan pengeroyokan terhadap tujuh orang aparat dari Polsek Pelepat yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Pelepat Iptu Suhendri.

Diketahui, sekitar 400an warga menghadang dan langsung melakukan pengeroyokan menggunakan batu, kayu dan senjata tajam terhadap rombongan.

Sedangkan Iptu Suhendri dilaporkan mengalami luka tusukan cukup serius akibat tertikam pada saat dikepung massa.

Sementara itu, Kapolres Bungo Tri Saksono membenarkan adanya aksi pengeroyokan terhadap rombongan aparat dari Polsek Pelepat.

Ia menjelaskan kejadian berawal dari penangkapan dua pelaku peti emas oleh jajaran kepolisian setempat. Kapolsek beserta jajaran anggota polisi sempat dihadang di tengah jalan karena tidak terima warganya ditangkap terlibat peti.

Akibatnya terjadi penyanderaan seluruh anggota polisi, bahkan Kapolsek langsung ditikam warga, dan saat ini dirawat intensif di rumah sakit Bungo.

“Saat ini, Kapolsek Pelepat dirawat intensif di rumah sakit Bungo,” jelas Tri pada Senin (11/5/2020).

Awalnya, Kapolsek Pelepat sempat berusaha menenangkan dan mengimbau massa, bahwa razia yang dilakukan demi menindak lanjut banyaknya beredar berita di media sosial terkait aktivitas peti menggunakan alat berat di sungai desa Batu Kerbau.

“Kita dapat informasi dari Kapolsek Pelepat, saat dihadang, Kapolseknya meminta agar menyingkir karena mereka mau lewat, namun masyarakat tetap bertahan di tempat,” ungkapnya.

Tri melanjutkan, pihak Kapolsek dan anggotanya terus berupaya untuk membubarkan, tapi warga langsung melakukan pengeroyokan menggunakan batu, kayu dan senjata tajam terhadap rombongan.

“Akibat dilakukan pengeroyokan tersebut satu orang anggota polisi mengalami luka tusuk di bagian pantat dan mobil yang digunakan kaca depan dan samping pecah, akibat pukulan massa, serta dua orang pelaku lepas melarikan diri serta barang bukti hilang diambil massa lagi,” terangnya.

Usai rombongan Kapolsek Pelepat menjadi bulan-bulanan amuk massa. Mereka sempat menyelamatkan diri ke Base Camp PT. PML serta sekaligus melakukan perawatan terhadap anggota yang ditusuk.

“Mendengar informasi tersebut, kita langsung kerahkan tim gabungan sekitar pukul 23.45 WIB, ratusan orang yang terdiri dari TNI, dan Polisi mengunjungi desa tempat penyanderaan anggota kepolisian,” pungkasnya.

 

Baca Juga

Back to top button