Bupati Klaten Jadi Trending Topic, Kontan Ganjar Beri Peringatan di Twitter

Abadikini.com, SEMARANG – Salah seorang warga melaporkan foto hand sanitizer yang berstiker foto Bupati Klaten Sri Mulyani tersebut ke Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo lewat Twitter. Ganjar memastikan memberi peringatan.

Baca Juga

Akun yang me-mention Ganjar yakni @lulumleliana. Lewat cuitannya dia meminta Ganjar agar menegur Sri Mulyani.

“Pangapunten nggih, Pak. Kulo mention malih @ganjarpranowo. Monggo ditegur ataupun diberi tindakan agar beliau tidak menggunakan kesempatan kampanye dalam kesempitan,” cuit @lulumleliana disertai emotikon tangan mengatup seperti dilihat detikcom, Senin (27/4/2020).

Tweet tersebut direspons Ganjar dengan me-mention akun @YaniSunarno atau Bupati Klaten. “Injih, sy kasih peringatan! cc @YaniSunarno,” tulis Ganjar.

Balasan Ganjar itu menuai respons dari netizen. Ada 103 netizen yang mengomentari cuitannya itu, 245 me-retweet, dan disukai 532 orang.

Banyak juga netizen yang berkeluh kesah di tweet balasan Ganjar itu. Bahkan, ada juga yang mengasosiasikan ulah Sri Mulyani dengan mahasiswa.

“Menawi mahasiswa, mungkin ngoten niku kados plagiarisme naming ganti “judul” dan saged di DO. Lha nek menawi bupati saged di DO mboten nggih pak?” cuit @FaridArgi.

Banyak yang mengapresiasi respons Ganjar tersebut. Banyak juga yang berharap agar respons tersebut ditindaklanjuti.

“Ikutan mantau pak semoga bapak tegas ga pandang teman!” cuit @Sahalfzy_.

“Tolong yaa pak ganjar. (emotikon tangan mengatup) saya percaya bapak amanah njih” cuit @Nadietha.

Sebelumnya diberitakan, foto botol hand sanitizer berstiker Bupati Klaten ramai dibahas di media sosial. Sri Mulyani telah mengakui ada kekeliruan saat penempelan stiker di hand sanitizer yang diduga bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos) itu.

“Ada kekeliruan di lapangan dan sudah saya klarifikasi, kalian kok seneng banget kayake kalau ada begitu,” kata Bupati Klaten Sri Mulyani saat dimintai konfirmasi wartawan di Pendapa Pemkab Klaten, Senin (27/4/2020).

Mulyani menjelaskan ada kesalahan saat penempelan di lapangan. Dia menyebut kesalahan itu terjadi karena bantuan dari Kemensos jumlahnya tidak sebanyak pengadaan dari Pemkab Klaten.

“Ada kesalahan saat pembagian, karena dari Kemensos bantuannya baru sekitar 1.000 dan dari Pemkab pengadaan ada puluhan ribu sehingga di lapangan, (botol hand sanitizer) tidak ditempel (stiker foto bupati) semua. Karena memang dari Kemensos tidak banyak dan justru yang banyak dari kami (Pemkab),” urai Mulyani.

Sri Mulyani juga membenarkan hand sanitizer berstiker dirinya itu dibagikan saat acara pembagian masker dan hand sanitizer di acara PDIP.

“Ada beberapa karena itu hanya ada 26 Kecamatan saja. PAC kan begitu, hanya 26 Kecamatan,” terang Mulyani yang menjabat sebagai Ketua DPC PDIP Klaten itu.

Sumber Berita
detikcom

Baca Juga

Back to top button