H. Ramlan Mardjonet Istiqomah dalam Dawah dan Politik

SATU lagi deklarator yang istiqamah dan saksi sejarah berdirinya Partai Bulan Bintang (PBB) meninggal dunia. H. Ramlan Mardjoned wafat pada hari Sabtu, 26 April 2020. Bertepatan tanggal, 2 Ramadhan 1441. Meninggalnya di bulan suci dan pada masa pendemi virus copid. Dua keadaan yang memastikan dirinya dipanggil Allah dalam khusnul khatimah. Memang tidak banyak orang datang melayat. Karena di Jakarta masih PSBB (Pembatasan Sosial Berskala  Besar).  Wafatnya pun di RS Pelni Petamburan Jakarta Pusat. Jenazah tidak dibawa ke rumah duka lebih dahulu. Allahuyarham langsung di bawa ke pemakaman Al Azhar, Kerawang. Pemakaman mengikuti protap (protokol tetap) yang diatur pemerintah. Sebab itu tidak banyak jamaah mengantar kepergiannya.

Semasa hidupnya H. Ramlan dikenal sebagai aktifis pergerakan Islam. Ia pernah masuk penjara di zaman orde  baru karena aktifitasnya tersebut. Ia kemudian bergiat di bidang dawah. Ia mengikuti jejak M. Natsir, mantan Ketua Umum Partai Islam Masyumi. Yang mendirikan Dewan Dawah dan menjadi ketua umum yang pertama. Ia juga ikut bergabung di Dewan Dawah. Bahkan ia  sempat dipercaya menjadi sekretaris Natsir beberapa lama. Di Dewan Dawah dan masyarakat ia terjun dalam dawah bil lisan, bil qalam dan bil hal.

Dawah bil lisan H. Ramlan, biasa mengisi khutbah dan ceramah di masjid dan pengajian pengajian. Khutbah dan ceramah disampaikan dengan tutur kata yang menarik. Apalagi jika ia membahas soal perkawinan dan keluarga sakinah.  Banyak kaum muslimah yang tertarik. Ia pun senantiasa mempersiapkan bahan ceramah dan khutbah. Disini kelebihannya. Sehingga yang disampaikannya sistematis dan terukur. Terkadang ia mengupas ayat secara runtut dan jelas. Sehingga ayat yang disampaikan mudah difahami pendengarnya.

Kebiasaan Ramlan mempersiapkan konsep khutbah dan ceramah tidak terlepas dari aktifitasnya dalam dawah bil qalam. Ia termasuk aktif menulis. Apalagi ia sebagawai wartawan. Ia banyak menulis tetang dawah dan soal ke Islaman. Ia tulis buat isi majalah atau dijadikan  buku. Tak terhitung karya tulisnya di majalah. Beberapa bukunya pun telah terbit. Ia juga menulis biografi antara lain tentang KH. Hasan Basri. Bukunya tentang dawah dijadikan rujukan bagi para mubaligh, khatib dan mahasiswa fakultas ilmu dawah.

Dalam dawah bil qalam Ramlan juga dikenal sebagai perintis media Islam. Ia ikut merintis dan mendirikan beberapa majalah Islam di Dewan Dawah. Diantaranya Media Dawah (MD), Suara Masjid (SM), Serial Khutbah Jumat (SKJ) dan majalah anak anak Sahabat. Di SKJ selain menjadi Pimpinan Redaksi juga Pemimpin Umum. Ia juga mengisi tulisan bahan khutbat dan dawah. Lalu ia juga salah satu perintis Tabloit Jumat yang diterbitkan Pimpinan Pusat Dewan Masjid Indonesia (PP-DMI). Ia tangani bersama H. Abuyamin Roham, sahabatnya.

Dalam organisasi dawah Ramlan juga terlibat aktif. Di Dewan Dawah Pusat ia duduk, dari Sektetaris hingga Anggota Badan Pembina. Di PP DMI pernah menjadi Wakil Ketua di zaman Kafrawi Ridwan MA, Dr. Sutarmaji dan Dr. Tarmidzi Taher. Ia pun aktif berkantor saat di Istiqlal. Di Ikatan Masjid Indonesia (IKMI),  pendiri DMI, ia aktif sejak sekretaris hingga ketua. Dari zaman KH Hasan Basri sebagai Ketua Umum, hingga H. Dahkan Basri. Bahkan ia pernah aktif di Pimpinan Pusat Badan Komunikasi Remaja dan Pemuda Masjid (PP-BKPRMI). Ia terlibat dalam pelatihan pendidikan Al Quran methoda Iqra.

Dalam dawah bil hal telah banyak yang dilakukan H. Ramlan. Ia  termasuk bertangan dingin dalam mempertemukan jodoh aktifis dawah. H. Suwito Suprayogi termasuk yang dibantunya. Ia juga bertangan dingin dalam merintis dan mendirikan masjid. Termasuk masjid Al Iman di komplek perumahan DKI di Joglo. Komplek ini tempat tinggalnya hingga akhir hayat. Ia terlibat di dalamnya, termaksuk sebagai takmir. Kini masjid yang megah itu telah memiliki berbagai kegiatan. Diantaranya TK, SD  dan SMP Islam Al Iman. Ia juga aktif merintis dan mendirikan Muhammadiyah Cabang Kramat Sentiong. Ia termasuk yang mendirikan masjid dan SMP Muhammadiyah setempat.

Saat proses pembentukan PBB, bersama Dr. Anwar Harjono, H. Moh Soleman dan lain lain dari Dewan Dawah, dan 22 ormas  Islam, Ramlan aktif dalam rapat rapat di Kramat Raya 45. Ia pun ikut menanda tangani deklarasi berdirinya PBB. Bahkan ia juga masuk sebagai pengurusnya. Pada awalnya ia duduk sebagai Wakil Bendahara DPP PBB. Bahkan ia yang menangani secara tehnis urusan keuangan partai. Ini sejak zaman Yusril Ihza Mahendra (YIM) hingga HMS  Kaban sebagai Ketua Umum DPP PBB. Terakhir, sebelum udzur, ia duduk sebagai Wakil Ketua Majlis Syuro DPP PBB.

Meski Ramlan sebagai fungsionaris PBB dan menangani keuangan, namun jiwa dawahnya tetap hidup. Karena itu ia  merintis dan mendirikan Mubaligh Bulan Bintang (MBB). Ia pun duduk sebagai ketua umumnya. Ia adakan pengajian rutian setiap hari Rabu di markas PBB. Sukmo Harsono, Wakil Ketua Umum DPP PBB sakah satu yang berhasil dikader lewat kegiatan ini. Pengajian berjalan hingga hari ini, dilanjutkan oleh pengurus Daina.

Saat Ramlan memimpin, setiap Ramadhan mubaligh MBB dikirim ke daerah daerah. Diantaranya yang pernah ditugaskan H. Suwito S, Masrur Anhar, Muhsin MK dan lain lain. Selain itu MBB pernah mengadakan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) di Asrama Haji Surakarta, Jawa Tengah. Dan masih banyak kiprah dan aktifita yang ia laksanakan selama hayatnya.

Kini H. Ramlan telah pergi selama lamanya. Banyak jasa dan perjuanganya, baik dalam bidang dawah, maupun politik di PBB. Satu hal yang patut diteladani adalah, sikap istiqamah atau teguh pendiriannya dalam dawah dan politik di PBB. Sampai akhir hayat tak pernah menyatakan keluar dar PBB. Ini patut menjadi suri teladan bagi generasi penerus PBB. Semoga Allahuyarham diterima amal ibadahnya, dan diampuni dosa dosanya oleh Allah azza wajalla. Aamin.

Oleh: Muhsin MK
Wakil Ketua Majlis Syuro  DPP PBB

Baca Juga

Back to top button