Heboh Penangkapan Ravio Patra, Ini Cuitan Lengkapnya Soal Stafsus dan Program Prakerja

Abadikini.com, JAKARTA – Penangkapan aktivis Ravio Patra menimbulkan beragam dugaan di kalangan netizen.

Kabar tentang penangkapan aktivis ini pun meramaikan dunia twitter.

Di antara tweet yang muncul menyebutkan bahwa Ravio Patra pernah memberi pesan agar teman-temannya mengeluarkan dia dari grup whatsapp.

Akun mrs_enci misalnya menyebutkan sempat mendapat pesan dari Ravio Patra.

“So, somebody hacked into @raviopatra’s account. He tweeted these last night,” ujar akun soal pesan dari Ravio sembari mengirimkan foto pesan dari Ravio berikut.

Ada dugaan bahwa nomor kontak Ravio Patra dibajak seseorang. Ihwal ini @adisptr23 sempat bertanya kepada pakar informatika @onnowpurbo.

“Selamat siang pak onno. Bagaimana aplikasi sekelas WA bisa dibobol pak? Padahal kan menggunakan kode OTP. Kasus hari ini ada rekan penggiat media sosial ditangkap, dan dari keterangan katanya WAnya di hack. Apa bisa simcard di duplikasi dan aktif kedua2nya?,” ujar aku adisptr23.

Atas pertanyaan tersebut, akun @onnowpurbo menyebutkan kemungkinan yang terjadi.

“simcard bisa di duplikasi & bisa aktif 2-2-nya paling server operator-nya yang bingung 🙂 .. gak juga sih, IMEI-nya yang bikin beda 🙂 ..i\,” tulis akun @onnowpurbo.

Sementara itu akun @Dandhy_Laksono mempertanyakan cara kerja tim siber kepolisian.

“Cyber crime polisi apa sudah memastikan bahwa posting seseorang memang dilakukan oleh yang bersangkutan sebelum menangkap? IP-nya, triangulasi BTS-nya, IMEI/TAC-nya, jejak foton kentutnya, atau apa kek,” ujar aktivis yang sempat ditahan polisi semalam lantas dipulangkan keesokan paginya setelah informasi penahanan dia ramai di media sosial.

Sementara itu, akun Ndi @about_ftp menuliskan bahwa Ravio akan dibebaskan kembali.

“Selow aja Paling cuma diinepin semalam atau dua malam Cuma kasih shock therapy, Abis ini juga ntar jadi kalem Buat jadi contoh juga sama yang laen,” ujar akun ini yang menuai tanggapan dari akun lainnya.

Terlepas dari apa penyebab penahanan Ravio Putra dan beragam dugaan yang mengiringinya, mantan Koordinator Nasional sebuah LSM ini pernah mencuit soal mantan stafsus Presiden Jokowi, Adamas Belva.

Berikut cache cuitannya dikutip dari https://webcache.googleusercontent.com.

@raviopatra
Setelah menelusuri ttg program prakerja ini, makin banyak ketemu kejanggalan. Baseline: • Perpres 36/2020; diundangkan 28 Feb 2020 • Permenko Perekonomian 3/2020; diundangkan 27 Mar 2020 • Pernyataan @AdamasBelva tentang seleksi mitra pralerja yg dilaksanakan pada 2019
12:06 AM – 19 Apr 2020

Space Cowboy‏ @raviopatra Apr 19
Mengapa ini janggal? Karna kalau dibaca di Permenko terkait, ada kriteria yg harus dipenuhi oleh lembaga pelatihan (disebut LPK) untuk dapat terdaftar sebagai mitra prakerja. LPK bisa bermitra dg platform digital (tidak jelas urgensi kenapa harus platform dijital) untuk dikurasi.

Space Cowboy‏ @raviopatra Apr 19
Permenko ini baru diundangkan pada 27 Maret 2020. Lalu, apa landasan hukumnya 8 mitra (Ruangguru, Maubelajarapa, Pintaria, Tokopedia, Bukalapak, Sekolahmu, Pijarmahir, dan platform pemerintah Sisnaker) dipilih pada akhir 2019? Sebelum ada Perpres & Permenko?

Space Cowboy‏ @raviopatra Apr 19
Oleh sebab itu, pertanyaannya bukan lagi hanya ttg Ruangguru & potensi kontlik kepentingan akibat rangkap jabatan @AdamasBelva sbg CEO Ruangguru & Stafsus Presiden, namun juga ke seluruh mitra secara umum: mereka dipilih oleh siapa dan menggunakan landasan pengadaan seperti apa?

Space Cowboy‏ @raviopatra Apr 19
Space Cowboy Retweeted Belva Devara

Kalau dijawab seleksi tsb mengikuti Perpres PBJ 16/2018, maka jelas ada pelanggaran karna ga memenuhi syarat penunjukan langsung. Kata @AdamasBelva, “ini bukan penunjukan langsung seperti pengadaan pada umumnya”. Apa ada aturan pengadaan khusus prakerja?

Space Cowboy added,
Belva Devara @AdamasBelva
7/ Penerima manfaat prakerja BEBAS memilih sendiri, membeli dari para mitra yang mereka inginkan, tanpa paksaan dari pihak mana pun. Ini BUKAN penunjukan langsung seperti layaknya pengadaan umumnya.

Space Cowboy‏ @raviopatra Apr 19
Pasal 19 ttg yg ada di Perpres Prakerja: Tim Manajemen Pelaksana bertugas menjalin kemitraan dg pelaku usaha & kerja sama dg platform digital. Perpres diundangkan baru 28 Feb 2020. Permenko 27 Mar 2020. Siapa yg menyeleksi di akhir 2019? Mekanismenya? Landasannya?

Space Cowboy‏ @raviopatra Apr 19
Space Cowboy Retweeted Belva Devara

Gue pribadi percaya @AdamasBelva ga mengintervensi proses seleksi mitra prakerja lewat posisi stafsusnya secara langsung. Pun naif kalau ga mengakui Ruangguru memang punya kompetensi. Namun masalahnya bukan ttg kompetensi, melainkan tertib tata kelola.

Space Cowboy added,
Belva Devara @AdamasBelva
1/ Banyak asumsi mengenai proses pemilihan mitra untuk prakerja, dan keterkaitan saya terhadap pengambilan2 keputusan mengenai kebijakan ini. thread

Space Cowboy‏ @raviopatra Apr 19
Melihat kejanggalan ini, gue rasa persoalannya jadi JAUH lebih serius dan bukan lagi perihal Belva seorang. Bagaimana bisa seleksi dilakukan pada 2019 sementara mekanisme seleksi, mandat kerja sama, dan pembentukan PMO baru diatur dalam Perpres & Permenko yg terbit Feb-Mar 2020?

Space Cowboy‏ @raviopatra Apr 19
Kita harus kesampingkan dulu perihal apakah tujuan program ini baik/bermanfaat atau tidak. Persoalannya perihal tertib pengadaan. Belva dikritik kanan-kiri, but from the look of it, sepertinya ini malah maladministrasi lebih luas. Jadi butuh akuntabilitas keseluruhan proses.

Space Cowboy‏ @raviopatra Apr 19
Ngomong-ngomong, sesuai dg keterangan yg ada di situs resmi @KemnakerRI berikut: https://bantuan.kemnaker.go.id/support/solutions/folders/43000567853 …, teman-teman yg punya lembaga pelatihan dan/atau platform digital yg memenuhi syarat, juga bisa mendaftar sebagai mitra. Silakan dicek prosesnya agar bisa jadi mitra Prakerja.

Space Cowboy‏ @raviopatra Apr 19
Info & aturan bermitra ini baru ada sekarang setelah Perpres & Permenko terbit. Again: kok bisa @skillacademy_id @bukalapak @tokopedia @MauBelajarApa @pintariaid @sekolahmuid @Pijarmahir dan Sisnaker sudah terpilih sejak akhir 2019? Ada info & prosedur khusus yg tertutup?

Space Cowboy‏ @raviopatra Apr 19
Kalau dijawab karna ada kedaruratan Covid-19 sehingga ambil jalan pintas, malah makin janggal. • Indonesia baru mengonfirmasi kasus pertama Mar 2020 • PMK 3/2020 tidak menyebut program prakerja sama sekali • 8 mitra dipilih pada 2019 sebelum Covid-19 ditetapkan sbg pandemik

Space Cowboy‏ @raviopatra Apr 19
Akhirnya, persoalan ini bisa jadi mengindikasikan maladministrasi mendasar dalam pengelolaan program prakerja. Platform digital yg sudah terpilih patut dicurigai menerima unfair advantage via seleksi yg tidak jelas mekanisme pelaksanaannya & tidak diumumkan terbuka ke publik.

Space Cowboy‏ @raviopatra Apr 19
Di situ kemudian gue rasa publik jd menilai ada potensi konflik kepentingan. Sbg orang dalam istana, Belva mungkin saja memiliki privileged information ttg kesempatan bermitra duluan dari kompetitor. Pengadaan memang delicate. Ga harus niat menyeleweng untuk dinilai bersalah.

Space Cowboy‏ @raviopatra Apr 19
Sebagai orang yg kagum pada misi Amartha (Andi), Sabang Merauke (Ayu), dan Ruangguru (Belva), gue sedih mereka jadi bulan-bulanan. Dan semua by design. Dg tidak meminta mereka melepas afiliasi privat, istana sejak awal memasung mereka di posisi yg jelas salah & problematik.

Space Cowboy‏ @raviopatra Apr 19
Istana klaim merangkul anak muda, tapi tidak dianggap cukup penting untuk diminta fokus 100% mengemban jabatan publik. Mustahil istana ga paham rangkap jabatan publik-privat is fundamentally wrong by any metric. Is it worth losing the credibility you’ve worked so hard to build?

Space Cowboy‏ @raviopatra Apr 19
Gue dan @taariirachman dari @sahabatICW lagi nyari nih mana katanya seleksi 2019 lalu itu terbuka untuk umum? Karna ga ada di SIRUP/SPSE. Kalau pemerintah mau terbuka & akuntabel, tinggal buka dokumen seleksi & perjanjian kerja sama terkait. Maybe then, we can put this to rest.

Hingga tulisan ini dibuat masih belum diketahui di mana Ravio ditahan dan dengan tuduhan apa.

Baca Juga

Berita Terkait
Close
Back to top button