Profil si Cantik Ratu Tisha Destria, Mulai dari Kuliah Sudah Tekun di Dunia Sepak Bola Hingga Jadi Sekjen PSSI

Abadikini.com, JAKARTA – Ratu Tisha Destria mengundurkan diri dari jabatan sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI mulai Senin (13/4/2020).

Ratu Tisha telah mengirimkan surat pengunduran diri kepada Ketua Umum PSSI pada hari ini.

Ia pun juga telah mengumukan pengunduran dirinya melalui instagram resmi pribadinya.

Ratu Tisha resmi menjabat posisi Sekjen PSSI sejak Juli 2017 lalu setelah Ade Wellington memutuskan untuk mengundurkan diri dari posisi tersebut pada April 2017.

Ia terpilih melaui serangkaian tes yang dibuat Ketua Umum PSSI kala itu, Edy Rahmayadi.

Jabatan tersebut menempatkan Ratu Tisha sebagai wanita pertama yang menduduki posisi sekjen dalam sejarah federasi sepak bola Indonesia.

Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan menghormati pengunduran diri Ratu Tisha.“Saya menghargai keputusan dari saudari Ratu Tisha. PSSI mengucapkan terima kasih kepada Ratu Tisha atas pengabdiannya sebagai Sekjen,” kata Iriawan, Senin (13/4/2020).

Berikut ini biodata dan profil tentang Ratu Tisha Destria.

1. Tak pernah jauh dari sepakbola

Ratu Tisha Destria

Dilihat dari profilnya di berbagai sumber, pemilik nama lengkap Ratu Tisha Destria itu sudah berkecimpung dengan olahraga bola bundar sejak remaja.

Wanita yang lahir pada 30 Desember 1985 itu sudah menggemari sepak bola sejak ia duduk di bangku SMA.

Tak hanya sekadar suka, Ratu Tisha juga turut membangun dan jadi manajer tim sepak bola di sekolahnya.

Ketertarikannya semakin muncul kala ia mengikuti pertukaran antarbudaya AFS di Leipzig, Jerman.

2. Manajer klub PS ITB

Lulus dari SMA, Ratu Tisha memilih untuk melanjutkan pendidikannya di Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan memgambil jurusan matematika.

Di ITB, Ratu Tisha juga pernah menjadi manajer di klub PS ITB.

Selain menjadi manjer, Ratu Tisha turut dalam mengurusi persiapan pertandingan, menyusun data klub, jadwal latihan, dan kalender pertandingan hingga PS ITB sempat melakukan promosi ke Divisi Utama pada masanya.

3. Pernah bekerja di perusahaan minyak

Menyelesaikan pendidikan di ITB tahun 2008, Ratu Tisha langsung menerima tawaran pekerjaan di perusahaan perminyakan Schlumberger.

Setelah empat tahun bekerja, Ratu Tisha memilih keluar dan fokus untuk membesarkan LabBola.

Ratu Tisha berperan sebagai CoFounder di LabBola yang bergerak di bidang statistik olahraga khususnya sepak bola.

LabBola menawarkan jasa penyediaan data statistik performa tim yang nantinya data tersebut akan digunakan untuk membantu tim dalam mengajukan proposal ke sponsor.

4. Lulusan FIFA Master

Ratu Tisha merupakan lulusan FIFA Master tahun 2013 silam.

Ia masuk di antara 28 peserta yang lolos dari 6.400 pendaftar.

Di FIFA Master, Ratu Tisha berhasil mendapat gelar Master of Art dan meraih peringkat tujuh.

Program FIFA Master diselenggarakan oleh International Centre for Sports Studies yang menggandeng beberapa universitas dan mempelajari tentang Sport Humanity, Manajemen Olahraga, dan Hukum Olahraga.

Pada 2016, Ratu Tisha pernah menjadi operator Turnamem Torabika Soccer Championship (TSC) yang menempatkannya di posisi Direktur Kompetisi dan Regulasi.

Atas peran inilah, Ratu Tisha berhasil mendapat kepercayaan dan hormat dari anggota asosiasi provinsi dan pengurusan klub Tanah Air.

5. Sekjen PSSI

Pada 2017, Ratu Tisha mengajukan diri menjadi salah satu calon sekjen PSSI saat Edy Rahmayadi terpilih sebagai Ketua Umum PSSI periode 2016-2020.

Ratu Tisha berhasil terpilih untuk menjadi Sekjen PSSI setelah mengikuti fit and proper test, atau tes uji kelayakan dan kepatutan.

Ratu Tisha Destria

Hal ini juga menjadikan Ratu Tisha sebagai perempuan pertama yang menjadi sekjen PSSI.

Ratu Tisha berhasil menyingkirkan 29 kandidat lainnya menggantikan Ade Wellington yang sebelumnya mundur dari jabatan tersebut.

Pada Juli 2019, Ratu Tisha menandatangani surat penundaan laga final leg kedua Piala Indonesia 2019 antara PSM Makassar vs Persija.

Keputusan Ratu Tisha untuk menunda laga yang akan diselenggarakan di Stadion Andi Mattalatta, Matoanging, Makassar ini menuai banyak protes di media sosial.

Atas dasar pertimbangan keamanan dan kenyamanan, Ratu Tisha memutuskan untuk menunda laga tersebut.

Sumber Berita
surya
Topik Berita

Baca Juga

Berita Terkait
Close
Back to top button
Close