Cerita Haru Tukang Ojol Melepas Kepergian Glenn Fredly

Abadikini.com, JAKARTA – Ada pemandangan menarik saat prosesi ibadah pemberkatan jenazah Glenn Fredly di GPIB Sumber Kasih, Lebak Bulus, Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis kemarin 9 April 2020. Ada seorang tukang ojek (Gojek) yang tampak setia menunggu prosesi dari luar gereja hingga acara selesai.

Mulai dari cuaca yang cerah hingga hujan lebat yang sempat mengguyur wilayah Lebak Bulus, tukang ojek bernama Irwan ini tak beranjak pergi. Dan kebetulan redaksi sempat berbincang-bincang dengannya saat meneduh di tempat yang sama dengan sosok pria paruh baya tersebut.

Menurut Irwan seperti dilansir dari viva.co.id, ia sengaja datang karena memang pernah punya kenangan dengan sosok almarhum. Ternyata almarhum Glenn Fredly pernah menjadi penumpangnya.

Irwan drave ojol. Foto: Viva.co.id

“Sekitar tahun 2017 pernah jadi penumpang saya mas dan namanya boncengin artis pasti inget terus mas. Makanya pas tahu ada acara di sini ya saya sengaja pengen lihat dan kebetulan saya memang sedang mangkal di daerah dekat sini,” kata Irwan.

Irwan bercerita saat itu ia mendapat order untuk mengantar seseorang dari jalan depan Mal Gandaria dengan tujuan ke Citos. Awalnya ia tak menyangka jika itu Glenn Fredly dan dari pertemuan singkat itu ternyata membekas di hatinya. “Saat itu jalanan macet. ‘Pak Irwan ya?” kata Irwan menirukan ucapan Glenn saat itu.

Menurut Irwan, saat itu Glenn yang tengah terjebak kemacetan memang buru-buru akan menghadiri sebuah acara di Citos. Glenn lalu meninggalkan mobil dan sopirnya. Di perjalanan menuju Citos tersebut, Irwan mengenal sedikit sosok Glenn Fredly.

“Orangnya ramah dan nanya-nanya bagaimana nasib kami tukang ojek online. Ngasihnya juga lebih, baik orangnya,” kata Irwan.

Dalam kesempatan bertemu dengan redaksi viva.co.id, Irwan juga bercerita banyak termasuk derita para ojol di tengah pandemi COVID-19. Ia mengaku hanya mendapat order 3 hingga 4 kali dalam sehari. Sedangkan normalnya ia bisa mendapat 20 order dalam sehari.

Topik Berita

Baca Juga

Back to top button
Close