Abaikan Imbauan Pemerintah, Mahasiswa Malah di Solo Berduaan di Kamar Kost dan Akhirnya Digrebek Warga

Abadikini.com, SOLO – Media sosial dihebohkan dengan video mahasiswa kepergok tengah berduaan di kamar kost.

Sejoli tersebut tidak mengindahkan imbauan pemerintah untuk melakukan social distancing dan physical distancing untuk memutus penyebaran virus corona atau Covid-19.

Mereka justru asik berduaan saat pandemi Covid-19.

Perbuatan mahasiswa tersebut membuat warga sekitar naik pitam.

Terlebih peristiwa ini terjadi di wilayah Solo yang masih berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB) Corona.

Kejadian ini pun viral dan menjadi sorotan.

Indekos yang berada di wilayah Mojosongo, Solo itu pun ramai didatangi warga.

Warga sekitar melakukan penggerebekan pada Selasa, (7/4/2020).

Warga nampak tidak bisa menahan emosinya.

Dalam postingan tersebut terlihat dengan jelas detik-detik sejumlah orang menyambangi sebuah kamar kos yang didapati pasangan muda-mudi tengah asyik.

‘Disaat kondisi corona harus di rumah aja, 2 insan yang sedang jatuh cinta ini malah kumpul di berdua di kost2an.

Padahal sudah ada tulisan cowok dilarang masuk, masih aja nekat.

Sudah diamankan warga, area Mojosongo,” tulisnya.

Kapolsek Jebres, Kompol Juliana membenarkan adanya kejadian penggrebekan yang dilakukan warga di sebuah indekos.

Namun, warga setempat tidak melaporkan ke pihak kepolisian dan menyelesaikan secara mandiri.

Warga langsung mengamankan dan mengingatkan sejoli mahasiswa yang diduga berduaan tersebut.

“Iya kejadian ada, diamankan warga, tidak dilaporkan,” papar Kompol Juliana.

Suasana sekitar kos yang diduga digunakan untuk berduaan sejoli mahasiswa di Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Solo (Instagram/@_Infocegatansolo)

Kompol Juliana sudah meminta anggotanya untuk melakukan pengecekan di lapangan.

“Karena tidak dilaporkan sudah dicek anggota, jadi tidak ada proses apa-apa, mereka juga sudah sama-sama dewasa,” kata dia.

Kompol Juliana meminta semua pihak agar patuh dengan imbauan pemerintah dengan di rumah aja.

“Hal ini untuk memutus rantai penyebaran Covid-19,” aku dia.


Jumlah Pasien Covid-19 di Solo Bertambah

Jumlah pasien positif Corona atau Covid-19 asal Kota Solo kembali bertambah, Selasa (7/4/2020).

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Solo, Ahyani mengungkapkan, beradasarkan update pasien positif Corona di wilayahnya, saat ini ada tambahan satu orang.

Diketahui pasien tersebut berasal dari Kelurahan Kemlayan, Kecamatan Serangan.

“Ini ada tambahan satu pasien, setelah yang kemarin,” kata Ahyani saat jumpa pers di Posko Covid-19 Balai Kota Solo, Jalan Jenderal Sudirman.

Adapun satu pasien sebelumnya merupakan warga Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres yang diumumkan pada Jumat (3/4/2020) lalu.

Dengan tambahan satu pasien tersebut, maka saat ini ada total dua orang yang dirawat di ruang isolasi RSUD Dr Moewardi Solo karena dinyatakan positif Covid-19.

Sementara hingga saat ini ada total 5 pasien positif yang merupakan warga Solo yakni dua orang dirawat dan dua meninggal dan satu otang sembuh.

Pasien positif Corona ini sebelumnya adalah pasien dalam pengawasan (PDP) yang statusnya meningkat menjadi positif.

Selain positif, PDP di Kota Solo meningkat dari 45 orang menjadi 47 orang.

Dia menambahkan, adapun data orang dalam pemantauan (ODP) dari 286 orang menjadi 311 orang saat ini dengan rincian dirawat inap 3 orang, rawat jalan puskesmas 147 orang dan rawat jalan rumah sakit ada 161 orang.

“Kita terus lakukan pemantauan,” jelas dia.


Pemudik Solo Lapor ke Posko Covid-19

Sejak dibuka beberapa hari lalu hingga Selasa (7/4/2020) ini diketahui ada 7 pemudik yang melapor ke Posko Karantina Covid-19 di Graha Wisata Niaga Sriwedari, Jalan Slamet Riyadi, Kota Solo.

Sebanyak 7 pemudik tersebut mudik ke Solo dan menyanggupi karantina mandiri di rumah masing-masing.

Tenaga Medis Posko Karantina Covid-19 Surakarta Zainal Arifin mengatakan, ada tujuh orang yang mereka periksa sampai siang hari.

Tujuh orang tersebut, yakni empat orang dijemput dengan bus dari Pemkot Solo dan tiga orang datang sendiri.

“Ada 7 yang kita periksa,” kata Zainal.

Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo menekankan, mereka yang dinyatakan sehat usai diperiksa tetap harus melakukan karantina mandiri.

Walaupun sebelumnya, ada yang sempat menolak melakukan tanda tangan namun akhirnya patuh dan memilih karantina di rumah.

Berkaitan pengawasan karantina di rumah akan dilakukan oleh petugas Covid-19 di tingkat wilayah kelurahan sampai RT.

Jika memang masih ada yang ngeyel akan dibawa ke Graha Wisata Niaga.

“Saat ini lokasi karantina siap untuk ditempati,” akunya.

Sumber Berita
Tribunnews
Topik Berita

Baca Juga

Back to top button
Close