Penyebar Hoaks Bertajuk ‘Istana Lockdown’ Ditangkap Polisi di Medan

Abadikini.com, JAKARTA – Warga Kelurahan Terjun Kecamatan Medan Marelan, Medan, Sumatera Utara ditangkap kepolisian lantaran menyebar hoaks bertajuk ‘Istana Lockdown’ imbas virus corona. Hoaks tersebut viral di aplikasi pesan singkat dan media sosial.

“Ada satu orang diamankan, tapi kasusnya masih dalam proses penyelidikan,” kata Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan, Senin (16/3).

Saat ini kasus tersebut masih dalam pengembangan. HG pun masih menjalani pemeriksaan di Mapolda Sumatera Utara.

“Tergantung hasil penyelidikan, bisa saja menjadi tersangka,” ucap Nainggolan.

Kepolisian menyita barang bukti berupa telepon seluler yang digunakan untuk menyebarkan hoaks.

“Yang bersangkutan diduga menyebarkan postingan hoaks tersebut dengan cara mem-broadcast dan mengirimkannya ke grup Whatsapp,” kata Nainggolan.

Berdasarkan penelusuran CNNIndonesia yang dikutip Abadikini, pesan teks berjudul ‘Istana Lockdown’ sudah beredar sejak beberapa hari yang lalu di grup-grup Whatsapp.

Postingan itu menyebutkan Menteri Perhubungan Budi Karya dirawat di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta lantaran positif terjangkit virus corona. Kemudian, Menteri-PUPR Basuki Hadimulyono juga disebut sedang diisolasi lantaran mengalami gejala flu.

Postingan itu juga menyebut istri dari Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian tengah dirawat di RSUP Persahabatan, Jakarta dengan status suspect corona. Permadi Arya atau Abu Janda juga disebut dalam postingan yang beredar viral itu.

Baca Juga: Polisi Tangkap Wanita Penyebar Video Hoaks Corona

Sebelumnya, Polda Metro Jaya juga menangkap seorang perempuan yang menyebarkan hoaks tentang corona di Pusat Grosir Cililitan, Jakarta Timur. Namun, kepolisian belum merinci identitasnya.

Hoaks yang disebarkan berupa video. Sudah beredar di grup aplikasi Whatsapp sejak beberapa hari yang lalu. Video tersebut merekam sebuah mobil ambulans yang diduga tengah mengangkut seorang pasien di PGC.

“Ya Allah di PGC kena satu, tutup sajalah PGC, itu kan karyawan atas ya,” demikian pernyataan seorang perempuan dalam video itu.

Sejauh ini, pihakpengelolaPGC sudah membantah kebenaran video tersebut. Manajemen menegaskan bahwa orang yang dibawa dalam ambulans itu tidak terkait virus corona (Covid-19).

Topik Berita

Baca Juga

Back to top button
Close