FPI Akan Bongkar Aktor di Balik Pencekalan Habib Rizieq Shihab

Abadikini.com, JAKARTA – Munarman Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) mengaku akan membongkar aktor yang membuat Habib Rizieq Shihab (HRS) diasingkan ke Arab Saudi. Imbasnya, hingga kini Rizieq tidak bisa pulang ke Indonesia.

“Tunggu momentumnya, akan kami buka,” ujar Munarman kepada Tagar, Jumat malam, 28 Februari 2020.

Dia mengatakan kepulangan Rizieq Shihab ke Indonesia sampai saat ini urung terlaksana. Hal itu lantaran yang bersangkutan dianggap mengalami pengasingan politik yang sengaja dilakukan pemerintah Indonesia.

“Tertahan sebab pengasingan politik. Pelakunya pemerintah Indonesia,” ucap Munarman.

Kendati demikian, mantan Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) ini enggan menyebutkan siapa aktor yang dimaksud mendalangi pengasingan politik HRS di Arab Saudi.

Rizieq Shihab pergi ke Tanah Suci sejak 26 April 2017 untuk menunaikan ibadah umrah. Pada saat yang sama, pihak kepolisian akan memeriksanya terkait kasus ‘baladacintarizieq’.

Pada Juni 2018, polisi telah menghentikan penyidikan kasus ini. Namun, Rizieq Shihab tidak kunjung pulang ke Tanah Air.

Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel mengatakan Rizieq tidak bisa pulang karena tinggal di suatu tempat lebih lama dari masa yang diizinkan alias overstay.

Adapun solusi dari masalah itu adalah dengan membayar denda overstay sekitar 15 sampai dengan 30 ribu riyal atau setara dengan Rp 110 juta per orang.

Faktor tersebut ditanggapi pengacara FPI, Sugito Atmo Pawiro. Menurutnya, visa Rizieq habis pada 20 Juli 2018. Padahal, sebelum tanggal itu, menurutnya Rizieq sudah mencoba untuk keluar dari Arab Saudi, karena visanya masih bisa berlaku.

Sebelumnya, pada milad ke-21 FPI, Rizieq menuding Pemerintah Indonesia meminta ke Kerajaan Arab Saudi. Mereka sengaja mencekalnya hingga pelantikan presiden pada Oktober 2019.

Selanjutnya pada 10 Oktober 2019, melalui video, Rizieq Shihab menunjukkan bukti surat dua lembar yang disebutnya sebagai surat pencekalan. Berikut ini pernyataan Rizieq Shihab soal pencekalan yang dialaminya.

“Ini adalah lembaran yang menerangkan bahwa saya dicekal, sejak tanggal 1 Syawal 1439 sampai hari ini. Di sini ditulis saya dilarang bepergian keluar dari Saudi, sebabnya adalah karena alasan keamanan,” kata Rizieq sambil menunjukkan dua dokumen tersebut.

Kemudian, Rizieq mengklaim pencekalan yang dialaminya, dilakukan Pemerintah Arab Saudi atas permintaan Pemerintah Indonesia.

“Pemerintah Indonesia tidak usah berpura-pura tidak mengetahui tentang cekal ini, karena Pemerintah Indonesia sebetulnya yang meminta saya untuk dicekal, karena alasan politik,” tutur Rizieq dilihat Tagar dari akun YouTube Front TV, Jumat, 28 Februari 2020.

Terbaru, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mempersilakan Rizieq Shihab, jika ingin kembali pulang ke Indonesia, kapan saja. Politikus PDI Perjuangan itu membantah anggapan selama ini pemerintah melakukan pencekalan terhadap HRS.

“Soal Habib Rizieq Shihab, kalau beliau mau masuk, ya masuk saja. Enggak ada, kita enggak ada daftar cekal, enggak ada daftar tangkal di kita. Kalau mau masuk, masuk,” kata Yasonna di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 25 Februari 2020.

Baca Juga

Back to top button