Pelaksanaan Tahapan Pilkada 2020 Terkendala Anggaran, KPU Bengkulu Paling Parah

Abadikini.com, JAKARTA – Proses tahapan pemilihan Gubernur Bengkulu terhambat akibat dana hibah daerah tahap awal untuk penyelenggaraan penyelenggaraan itu belum cair. Seharusnya, dana sebesar Rp42 miliar dari total hibah Rp110 miliar cair pada 2 Februari lalu.

Tahapan pilgub yang terhambat antara lain proses rekrut panitia pemilihan kecamatan (PPK) di Kota Bengkulu dan Kabupaten Bengkulu Tengah. Selain itu, verifikasi dukungan KTP bagi bakal calon gubernur yang menempuh jalur perseorangan atau independen.

“Hingga saat ini KPU (Komisi Pemilihan Umum) Provinsi Bengkulu belum menerima dana hibah daerah tahap awal dari Pemerintah Provinsi Bengkulu dengan total anggaran Rp110 miliar, ” kata Komisioner KPU Provinsi Bengkulu Darlinsyah, kemarin.

Menurutnya, KPU telah melaporkan kondisi tersebut ke KPU Pusat karena tahapan pilgub seharusnya sudah dimulai. Langkah lain yang telah ditempuh adalah koordinasi dengan tim anggaran pemerintah daerah mengenai Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD). Tetapi hingga kini belum ada kejelasan.

Untuk menjalankan tahapan, untuk sementara ini KPU Provinsi terpaksa menggunakan dana pribadi dan pihak ketiga. “Seharusnya, pencairan tahap awal berlangsung pada 2 Februari lalu. Tapi sampai sekarang belum kunjung cair. Dampaknya, kegiatan KPU untuk menjalankan setiap tahapan pilgub terhambat,” tutur Darlinsyah.

Selain menggelar pilgub, delapan dari 10 daerah di Provinsi bakal menggelar pilkada pada September mendatang. Kedelapan daerah itu adalah KabupatenKaur, Bengkulu Selatan, Seluma, Bengkulu Utara, Mukomuko, Lebong, Rejang Lebong, dan Kabupaten Kepahiang.

Kota Bengkulu dan Kabupaten Bengkulu Tengah kali ini hanya menggelar pilgub, sedangkan pilkada baru akan digelar pada 2023.

Biaya verifikasi

Sementara itu, KPU Kota Surakarta, Jawa Tengah, memerlukan biaya Rp200 juta dan harus mengerahkan 400 personel yang melibatkan lima komisioner untuk melakukan verifikasi faktual para pendukung bakal calon kepala derah yang menempuh jalur perseorangan dalan pemilihan Wali Kota Surakarta.

“KPU Kota Surakarta sudah memberikan username dan password kepada tiga pasangan bakal calon perseorangan sebagai syarat masuk ke aplikasi sistem informasi pencalonan (silon). Mereka adalah pasangan Bagyo Wahyono-FX Supardjo (Bajo), Mihtaf Alim Harphanto-Ronny Cahyanegara (Hero), dan Muhammad Ali-Achmad Abu Jazid (Alam),” kata Ketua KPU Kota Surakarta Nurul Sutarti, kemarin.

KPU Kota Palu, Sulawesi Tengah, juga terus melaksanakan sejumlah tahapan menjelang pilkada kota itu. Kini penyelengara pemilu itu bersiap merekrut calon panitia pemungutan suara (PPS).

Topik Berita

Baca Juga

Back to top button
Close