Kaitkan Jiwasraya dengan Mahaka dan Harun Masiku, Demokrat Berupaya Erick Thohir Giring ke Killing Ground?

Abadikini.com, JAKARTA – Para politisi Partai Demokrat mengikuti dengan serius perkembangan kasus Jiwasraya. Dari sederet nama politikus bintang mercy yang memberikan perhatian terhadap kasus yang merugikan negara Rp13,7 triliun itu, Abdul Rasyid termasuk yang vokal. Suaranya tak kalah nyaring dari Andi Arief dan Benny K Harman.

Rasyid kerap membuat kicauan soal Jiwasraya di akun Twitter miliknya, @RasyidDemokrat. Pada salah satu kicauannya, Rasyid mengaitkan Harun Masikhu, tersangka suap komisioner KPU yang kini berstatus buron, dengan investasi Jiwasraya di Mahaka Group yang merupakan perusahaan milik Menteri BUMN Erick Thohir.

Terbuka data @Jiwasraya banyak beli saham Mahaka Grup dgn kode ABBA. Infonya Harun Masiku yang belanja. Mungkin @erickthohir bisa klarifikasi masalah ini,” kicau dia seperti dilihat KATTA, Rabu (5/2/2020).

Rasyid turut memposting tangkapan layar data pelaporan kepemilikan efek di atas 5 persen yang menunjukkan kepemilikan saham Jiwasraya di Mahaka Group. Data itu dikirim seseorang kepada sejumlah petinggi PT Kustodian Sentral Efek Indonesia melalui email, April 2014.

Harun Masiku masih raib. Publik mulai meragukan kerja @KPK_RI dalam mencari kader @PDI_Perjuangan yg menjadi kunci penyuapan thd Wahyu Setiawan @KPU_ID. Apakah Harun sengaja “dihilangkan” agar tidak terbongkar konspirasi jahat pada Pemilu 2019 lalu?” kicauan Rasyid yang lain.

Dalam statusnya di Twitter, Rasyid juga sempat menyinggung skandal Jiwasraya berkaitan dengan kepentingan pilpres.

Mulai mengarah ke istana @jokowi. Diduga BUMN asuransi ini jadi bancakan banyak pihak, termasuk untuk kepentingan Pilpres 2019 kemarin,” tulis dia sambil memposting link berita online berjudul: BUMNGate, Efek Main Curang di Pilpres 2019?

Rasyid memuji sikap Partai Nasdem yang setuju dengan pembentukan pansus jika panja yang telah dibentuk DPR tidak maksimal membongkar skandal Jiwasraya.

Ayo @NasDem ikut selamatkan Negara kita. Hanya pansus yang bisa usut tuntas kasus @Jiwasraya ini,” imbuh dia.

Rasyid juga sempat mengomentari tudingan Erick yang menyebut pihak yang mendesak pembentukan Pansus Jiwasraya adalah pihak yang takut dibongkar keterlibatannya dalam mega skandal itu. Ia mempertanyakan pemahaman Erick Tohir soal perbedaan Panja dengan Pansus.

Soal desakan pembuatan Pansus @Jiwasraya, @erickthohir: Jangan-jangan yang teriak takut dibongkar. Orang yang IQ 200 sekolam pun tau, dungunya pernyataan Erick ini. Ato menang Erick terlalu naif, gak tau beda Panja dengan Pansus? #JKWjanjimuPalsu,” tegas Abdul Rasyid.

Rasyid juga menanggapi status rekan separtainya, Benny K Harman yang dalam kicauannya menduga kuat orang yang menurut Mahfud MD datang ke Menkopolhukam meminta kasus Jiwasraya direkayasa menjadi kasus perdata adalah Erick Thohir.

Harus sgera dibuka ke publik, konspirasi jahat merampok uang rakyat,” demikian tulis Abdul Rasyid.

Sumber Berita
Katta.id
Topik Berita

Baca Juga

Berita Terkait
Close
Back to top button
Close