SBY Ungkapkan Keluh Kesahnya Soal Jiwasraya di Facebook, dari Pansus Century hingga Niat Jatuhkan 2 Menteri

Abadikini.com, JAKARTA — Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengungkapkan ada niat menjatuhkan 2 menteri Presiden Joko Widodo (Jokowi) lewat Pansus Jiwasraya. SBY lalu teringat pembentukan Pansus Hak Angket Century dan dia mengenang dirinya sama sekali tidak takut dengan langkah politik tersebut.

“Saya jadi teringat akan peristiwa politik yang terjadi sepuluh tahun yang lalu. Pasca Pemilu 2009, dunia politik digaduhkan oleh isu ‘bail-out’ Bank Century. Berbulan-bulan politik kita tidak stabil. Namun, apa yang ingin saya katakan? Sama seperti sekarang ini, nampaknya ada yang dibidik dan hendak dijatuhkan,” kata SBY dalam tulisannya di Facebook, Senin (27/1/2020).

“Saya sangat tahu bahwa yang harus jatuh adalah Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan juga mantan Gubernur BI, Wakil Presiden Boediono. Jika bisa, SBY juga diseret dan dilengserkan. Memang cukup seram,” imbuh SBY.

Rumor dan berita yang dibangun, kata SBY, juga tak kalah seramnya. Diisukan jumlah dana Rp 6,7 triliun dalam penyelamatan Bank Century semuanya mengalir ke Tim Sukses SBY dalam Pilpres 2009., termasuk para petinggi Partai Demokrat. Dengan gegap gempita karenanya Pansus dibentuk, hak angket digunakan oleh DPR RI.

“Namun saya tetap tenang. Saya juga tak takut dengan dibentuknya Pansus. Bahkan tak pernah menghalanginya. Padahal koalisi pendukung pemerintah cukup kuat waktu itu. Jumlah anggota DPR RI dari Partai Demokrat juga sangat besar, 148 orang. Mengapa saya tak takut dengan Pansus Bank Century?” jelas SBY.

SBY tak takut dengan Pansus Bank Century karena dia mengaku memegang fakta dan kebenaran mengapa dilakukan ‘bail-out’ pada Bank Century. Ada alasan yang sangat kuat mengapa para otoritas keuangan mengambil keputusan yang berani tetapi berisiko tinggi.

“Dengan ‘judgement’ mereka, yang memiliki kewenangan yang diberikan oleh undang-undang, pilihan dan keputusan harus diambil. Sejarah menunjukkan bahwa setelah itu Indonesia selamat dari krisis. Pertumbuhan ekonomi kita hanya sempat turun satu tahun, dari 6% di tahun 2008, menjadi 4,6% di tahun 2009. Namun, tahun depannya (2010) naik lagi ke angka 6,2%, dan bahkan tahun 2011 menjadi 6,5%,” sebut SBY.

SBY melanjutkan, oleh dunia, Indonesia dinilai berhasil meminimalkan dampak krisis global tahun 2008 dulu. Jadi, kata SBY, ada alasan yang sah, ‘bail-out’ Bank Century adalah solusi.

“Kalau kita kaitkan dengan jebolnya keuangan Jiwasraya sebesar 13,7 triliun rupiah saat ini, adakah alasan yang dapat diterima akal sehat mengapa itu terjadi? Inilah yang ingin diketahui oleh rakyat kita,” ucap SBY.

Presiden ke-6 RI itu juga sangat yakin bahwa baik Menkeu Sri Mulyani dan Gubernur BI Boediono saat itu tak punya niat buruk. Tujuannya adalah agar ekonomi Indonesia selamat dari krisis dan itu yang dia usahaan dan ikhtiarkan siang dan malam sebagai presiden saat itu.

Perihal tuduhan ada aliran dana yang besar ke tim suksesnya, SBY saat itu mendorong audit oleh BPK. Terhadap pihak yang melemparkan fitnah kepada sejumlah nama, yang dituduh menerima dana Bank Century, juga SBY dorong untuk diselesaikan di mahkamah pengadilan.

“Saya berani ‘menantang’ siapapun yang memfitnah. Ini penting agar secara terbuka dapat diketahui siapa yang salah dan siapa yang benar. KPK saya tahu juga sudah bekerja. Hasilnya, memang tak ada aliran dana apapun ke Tim Sukses SBY dan Partai Demokrat,” kata SBY.

“Tak ada pula aliran dana Bank Century ke kantong saya. Itu haram. Saya ingin, baik melalui Pansus maupun jalur hukum semua proses dibuka, dan rakyat bisa mengikutinya. Kalau tidak, mungkin sampai sekarang masih ada yang menyangka ada korupsi dan aliran dana Bank Century ke tangan-tangan pihak yang berkuasa, termasuk ke jajaran Partai Demokrat,” ucap SBY.

SBY ingin Indonesia menjalankan politik yang berkeadaban, tidak suka main tuduh, main fitnah dan ‘character assassination’. Selama 10 tahun mengemban amanah, dia mengaku tak pernah henti menerima tuduhan, fitnah dan juga pembunuhan karakter.

“Sebagai manusia saya, dan juga almarhumah Ani Yudhoyono, sangat merasakan betapa menderita dan tidak adilnya perlakuan sebagian kalangan itu. Karenanya, saya menyeru janganlah cara-cara buruk itu terus kita jalankan di negeri ini. Tak perlu presiden-presiden setelah saya harus mengalami nasib yang sama,” tutur SBY. Tulisan lengkap SBY bisa dilihatĀ di sini.

Sumber Berita
detikcom
Topik Berita

Baca Juga

Berita Terkait
Close
Back to top button
Close