Trending Topik

IPW Heran Banyak Pejabat Polisi Duduki Posisi Strategis di Instansi Negara

Abadikini.com, JAKARTA – Ketua Presidium Ind Police Watch (IPW) Neta S Pane menyoroti banyaknya jenderal polisi yang menduduki jabatan penting di luar Instansi kepolisian.  Menurut dia, hal itu menujukan seolah-olah Indonesia menjadi negara polisi.

Padahal, di sisi lain anggaran Polri terus bertambah setiap tahun tersedot untuk tunjangan dan fasilitas para jenderal yang terus bertambah jumlahnya.

“Situasi buruk di Polri ini harus disudahi. Reformasi Polri harus dikembalikan ‘khittahnya’ agar melahirkan Polri yang efisien, efektif, profesional, modern, dan terpercaya. Bukan reformasi Polri yang melahirkan jenderal dimana-mana,” kata Ketua Presidium Ind Police Watch (IPW) Neta S Pane dalam keterangannya, Minggu (22/12/2019).

Selain itu juga, banyaknya jumlah pangkat Kombes yang menganggur karena tidak diberikan tugas kinerja dalam struktur jabatan, sehingga pada akhirnya dinaikan pangkatnya menjadi Brigadir Jenderal (Brigjen).

“Banyaknya jumlah Kombes disikapi dengan penambahan sejumlah struktur baru, dengan pangkat Brigjen, Irjen hingga Komjen,” ujarnya.

Oleh karena itu Presiden Jokowi sebagai Panglima tertinggi Polri harus segera mendorong Kapolri Jenderal Idham Azis melahirkan Polri 4.0. Hal tersebut untuk menyikapi kelebihan pangkat Kombes dan AKBP pada saat ini, dengan cara penerimaan Akpol perlu dimoratorium dua atau tiga tahun ke depan.

“Kemudian ditawarkan pensiun dini kepada para Kombes yang sudah “mentok” jabatan dan tugasnya,” sambungnya.

Setelah itu, kata dia, organisasi Polri dirampingkan dan kinerja kepolisian ditata ulang menuju polisi yang efisien, efektif, Profesional, Modern dan Terpercaya (Promoter), dengan penggunaan IT (Informasi Teknologi) dan rekaman kamera pengawas atau CCTV dimana- mana sebagai pengganti polisi manusia.

“Sebab, makin banyaknya polisi manusia di lapangan, persoalan bukannya cepat selesai. Tapi makin banyak persoalan baru dan rumit, yang membuat konsep profesional, modern dan terpercaya Polri diragukan banyak pihak,” ucap Neta.

Ia berharap, pada 2020, Polri perlu serius menata organisasinya, mengevaluasi SDM dan alutsistanya untuk kemudian dibuat grand desain menuju polisi modern Polri 4.0.

“Sehingga Polri Promoter benar adanya, dan bukan sekadar Promoter yang diplesetkan menjadi Promosi Orang-orang Tertentu,” tuturnya.

IPW mencatat Polri setiap tahunnya merekrut 9.500 anggota baru, yang 300 di antaranya untuk Akpol. Akibatnya, terjadi penumpukan personel kepolisian. Kemudian jumlah Kombes yang menganggur kian banyak.

“Belum lagi jumlah AKBP yang menganggur lebih dari tiga kali lipat,” tegasnya.

Baca Juga

Back to top button