Parkir Sembarangan, Warga Bungurasih Bersuara pada Pihak Gocar dan Gojek

Abadikini.com, SURABAYA – Persoalan tempat parkir para driver Gojek dan Gocar, membuat warga Bungurasih Waru Sidoarjo resah. Sebab, ratusan pengemudi itu mangkal di tempat yang harusnya dilarang, dan ditegaskan palang dilarang parkir oleh pemerintah setempat. Karena ini sangat menganggu para pengguna jalan yang sedang melintas

Ketua RW 01 Bungurasih Timur, Irwan Hamolangan mengatakan, pihak pengemudi ini parkir sembarangan dan memakan bahu jalan. Akibatnya menggangu pengguna jalan raya. Oleh karena itu ia dengan ratusan warga tidak menginginkan adanya pangkalan atau parkir liar di sepanjang jalan raya Letjend Sutoyo.

“Kami menolak adanya pangkalan atau parkir liar yang dilakukan pengemudi gojek dan gocar. Karena mereka menggangu aktifitas pengguna jalan,” ujar Irwan saat dimintai keterangan awak media pasca bersuara terhadap pihak transportasi online itu di depan kompleks PT Gudang Garam Tbk. Selasa, (17/12/2019) malam hari.

Irwan menambahkan, regulasinya sudah jelas, bahwa aturan yang dibuat pada tahun 2017 lalu, sudah disepakati oleh pihak Polsek setempat dan pihak Dishub serta pihak perwakilan transportasi online.

Kalau seperti ini, lanjut Irwan, pihak aplikasi gojek dan gocar ini sudah melanggar perjanjian yang dibuat dan disepakati pada tahun 2017 lalu. Seharusnya, pihak transportasi online itu sendiri harusnya menyediakan tempat pangkalan untuk para pengemudinya.

“Bemo atau Lyn saja punya pangkalan, apalagi pihak aplikasi gojek dan gocar yang namanya sudah besar, harusnya disediakan tempat seperti pihak Grab yaitu Grab Long,” paparnya.

Pada kesempatan yang sama, Perwakilan Driver Gocar, Fariz Novianto menyatakan, ia mengeluhkan kesepakatan lama yang dibuat.

Kesepakatan lama ini menurut teman-teman aplikasi online gocar dan gojek ini sangat merugikan.

“Alasannya, teman-teman tidak bisa mendapatkan order kalau radiusnya jauh. Oleh karena itu hanya di pangkalan sepanjang jalan raya Letjend Sutoyo ini mendapatkan radius yang cukup dari Terminal Bungurasih,” beber Fariz.

Ia menambahkan, ibaratkan jalan raya Letjend Sutoyo ini sudah dianggap rumah bagi driver online yakni gocar dan gojek.

“Sebenarnya, pihak kami tidak mau terjadi gesekan terhadap warga sekitar ataupun pihak ojek pangkalan,” tambahnya.

Pihak driver gocar ini tetap akan menuntut untuk memangkal disini sebelum adanya rumusan yang terbaik bagi driver. Tuntutan ini secara damai untuk pihak yang ada disini dan pihak aplikator menyedia layanan online.

“Mohon bantu kami berikan solusi yang terbaik bagi driver gocar yang saat ini belum mempunyai tempat pangkalan seperti Grab Long,” ungkap Fariz.

Topik Berita

Baca Juga

Back to top button
Close